Ambon Hari Ini
SMA Kristen YPKPM Ambon Terbuka Bagi Anak-anak Berkebutuhan Khusus
Disebutkan, yaitu terdapat satu siswa yang baru saja lulus pada tahun ajaran 2023/2024, dan delapan siswa yang masih dalam proses pembelajaran.
Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - SMA Kristen YPKPM Ambon memberikan kesempatan bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan anak-anak pada umumnya.
Hal ini dikatakan oleh Kepala Sekolah SMA Kristen YPKPM Ambon, E. Laturiuw.
“Hingga saat ini, sudah ada 9 siswa berkebutuhan khusus yang mendapatkan pendidikan di SMA Kristen YPKPM Ambon,” kata Laturiuw.
Disebutkan, yaitu terdapat satu siswa yang baru saja lulus pada tahun ajaran 2023/2024, dan delapan siswa yang masih dalam proses pembelajaran.
"Saat ini, kami memiliki delapan siswa berkebutuhan khusus dan satu siswa berkebutuhan khusus yang baru saja kami luluskan," ungkapnya.
Laturiuw menjelaskan bahwa siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini menggunakan kurikulum khusus namun tetap diajarkan secara inklusif, tanpa dipisahkan dari siswa-siswa normal.
Baca juga: Lagi, Roem Ohoirat Daftar Maju Calon Wali Kota Tual di PPP
Baca juga: Catat, 139 Kosmetik Berbahaya Mengandung Merkuri Ini Masih Dijual Bebas di E-Commerce
"Dalam proses pembelajaran, siswa berkebutuhan khusus diajarkan bersama dengan siswa lainnya. Namun, terdapat program kulikuler dan program bina diri khusus yang disediakan untuk anak-anak berkebutuhan khusus," jelas Laturiuw.
Pada program kulikuler, siswa berkebutuhan khusus mendapatkan pembimbingan khusus oleh guru pembimbing, di mana mereka akan diajarkan tentang mandi, merawat diri, pergi berbelanja, dan lainnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
"Kami ingin memberitahu bahwa anak-anak berkebutuhan khusus tidak perlu ragu untuk bersekolah di sekolah reguler. Kami bisa menerima dan mendidik, seperti anak-anak dengan tunagrahita dan anak-anak dengan keterbelakangan mental," tambahnya.
Namun, Laturiuw mengungkapkan bahwa sekolah ini masih memiliki keterbatasan dalam mendukung kehadiran siswa tunanetra dan dengan keadaan fisik tertentu, karena sekolah belum memiliki fasilitas yang memadai untuk dapat menerima mereka sebagai peserta didik.
“Kalau sampai yang tunanetra dan yang fisik itu, sekolah belum memiliki alat yang memadai untuk bisa mengambil mereka sebagai peserta didik. Itu mungkin keterbatasan kami,” tambahnya.
“Tetapi kami akan terus mendorong untuk anak-anak berkebutuhan khusus untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” tegasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.