Ibadah haji
Kemenag Ingatkan Jemaah Indonesia Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji
Masyarakat Indonesia diimbau agar tak tergiur tawaran berangkat ibadah haji dengan visa non haji.
Hal sama juga untuk jemaah haji khusus, sudah memasuki tahap penerbitan visa jemaah.
Jemaah haji reguler akan mulai berangkat ke Arab Saudi pada 12 Mei 2024.
Sementara jemaah haji khusus akan mulai terbang ke Tanah Suci pada 23 Mei 2024.
"Kami memahami antusiasme masyarakat untuk beribadah haji. Tapi publik juga jangan sampai tertipu oleh oknum yang ingin memanfaatkan kesempatan dengan menjanjikan keberangkatan dengan visa non haji. Tahun lalu, banyak kasus jemaah yang akhirnya dideportasi setibanya di Arab Saudi," tegas Anna. "Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengajak Kemenag bekerja sama lebih erat, detail dan komprehensif untuk menjaga jangan sampai ada korban jemaah yang dirugikan," tambahnya.
"Ingat, risiko yang ditanggung besar. Selain tidak bisa beribadah haji dan adanya kerugian materi, jika sampai dideportasi, jemaah tidak bisa masuk ke Saudi hingga 10 tahun ke depan. Jadi, selain tidak bisa berhaji, juga tidak bisa umrah selama 10 tahun," tandas Anna.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemenag: Jangan Tertipu Tawaran Berangkat dengan Visa Non Haji"
| Jamaah Haji Indonesia Asal Maluku Tengah Bakal Tiba di Tanah Air Tanggal 15 Juli |
|
|---|
| Polisi Arab Buru WNI yang Janjikan Tasreh ke Jemaah Haji Pemegang Visa Ziarah |
|
|---|
| 32 Jemaah Indonesia Meninggal hingga Hari ke-23 Pemberangkatan Haji, Kemenag: Bakal Dibadalhajikan |
|
|---|
| Pastikan Jemaah Haji asal Indonesia Sehat, Kemenkes Uji Sampel Makanan Tiap Hari |
|
|---|
| Hal Penting yang Perlu Disiapkan Jemaah Haji Lansia agar Maksimal Ibadah di Tanah Suci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/jemaah-haji-mlq.jpg)