Senin, 11 Mei 2026

Ibadah haji

Hal Penting yang Perlu Disiapkan Jemaah Haji Lansia agar Maksimal Ibadah di Tanah Suci

Untuk melaksanakan Ibadah haji di Tanah Suci, tak hanya mempersiapkan diri secara Rohani. Tetapi juga harus sehat secara fisik.

Tayang:
Surya.co
Ilustrasi jemaah haji saat mengambil miqat di Bir Ali. 

TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Indonesia tahun ini kembali mengusung tema Haji Ramah Lansia.

Untuk melaksanakan Ibadah haji di Tanah Suci, tak hanya mempersiapkan diri secara Rohani.

Tetapi juga harus sehat secara fisik, terutama bagi Jemaah lansia (lanjut usia).

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri (dokter penyakit dalam ahli lansia), dr H Meldy Muzada Elfa SpPD, KGer, FINASIM secara khusus berbagi tips kepada Tribunners menjaga kesehatan bagi haji lansia.

Baca juga: Mendag Tegaskan Rumah Potong Wajib Miliki Sertifikasi Halal, Paling Lambat Oktober 2024

Baca juga: Peminat Menurun, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Gulung Tikar

Berikut tips menjaga kesehatan jemaah haji lansia yang dibagikan oleh dokter haji yang masuk dalam Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) PPIH Arab Saudi Daker Makkah.

  1. Wajib melakukan cek kesehatan

Para lansia wajib mempersiapkan diri untuk melakukan medical check up secara umum.

Tujuannya untuk melihat bagaimana kondisi kesehatan apakah yang bersangkutan memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

"Harapannya supaya diketahui secara dini agar penyakitnya benar-benar untuk mempersiapkan bagaimana tata laksana maupun obat-obatan," ungkap dr H Meldy Muzada.

2. Bawa obat-obatan pribadi

Ketika lansia sudah mengetahui penyakit penyakit makanharus disiapkan obat-obatan.

"Contohnya penyakit darah tinggi maka persiapkan obat-obatan darah. Alangkah baiknya berkonsultasi kepada dokter bagaimana obat-obat tersebut untuk dikonsumsi," jelas dia.

3. Lakukan olahraga ringan selama di Tanah Air

Olahraga untuk meningkatkan derajat kesehatan, relaksasi tubuh dan juga untuk perengangan tubuh.

"Hal ini sangat bermanfaat untuk tubuh  ketika berada di sana suci selama melaksanakan proses ibadah dan puncak ibadah haji," kata dia.

Selain itu, calon jemaah haji juga akan melewati perjalanan waktu yang cukup panjang di pesawat berkisar antara 9 - 10 jam.

Maka satu minggu sebelum keberangkatan harus istirahat yang cukup makan yang bergizi.

"Supaya menghindari kelelahan pada saat penerbangan juga menghindari mabuk perjalanan dimana mabuk perjalanan tentunya banyak kali dapat menyebabkan suatu gangguan pada saat berada di tanah suci," jelas dr H Meldy Muzada.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved