Selasa, 28 April 2026

Peminat Menurun, Pabrik Sepatu Bata di Purwakarta Gulung Tikar

Model sepatu dan produk alas kaki lain yang diproduksi dari fasilitas produksi Purwakarta sudah mengalami permintaan penurunan di pasar.

Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Karyawan PT Sepatu Bata, Tbk sedangf memproduksi sepatu dan sandal merk Bata di pabrik Sepatu Bata, Purwakarta, Jawa Barat pada tanggal 2 Juni 2016 lalu /6/2016). PT Sepatu Bata, Tbk perusahaan legendaris yang berdiri sejak zaman penjajahan Belanda kini bangkrut karena kesulitan keuangan. 

TRIBUNAMBON.COM - Pabrik sepatu bata (BATA) di Purwakarta Jawa Barat gulung tikar.

Penutupan pabrik Sepatu Bata juga viral di media sosial X (dulu twitter).

Dalam video viral tersebut menarasikan pabrik sepatu bata (BATA) di Purwakarta Jawa Barat ditutup sejak Selasa (30/4/2024).

Hingga Manajemen mengumumkan penutupan pada Jumat (3/5/2024) kemarin.

"Pabrik sepatu BATA resmi tutup," tulis akun X @never_alonely dikutip pada Minggu (5/5/2024).

Baca juga: Tumpukan Sampah di Kawasan Ahuru - Ambon Mengancam Kebersihan Aliran Sungai

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Pekerjaan, PLN UP3 Tual Gelar Apel Pasukan dan Peralatan Vendor KHS Tahun 2024

Berdasarkan video yang beredar, nampak ratusan pegawai mengenakan segaram bertuliskan BATA meninggalkan pabrik sepatu tersebut. Disinyalir persaingan dan pergeseran selera konsumen mengakibatkan kurangnya permintaan menjadi alasan tutupnya BATA.

"Selamat tinggal Bata, selamat tinggal," ucap narasi dalam video tersebut.

Sebelumnya mengutip Kompas, produsen sepatu terkemuka PT Sepatu Bata Tbk (BATA), baru saja mengumumkan penutupan fasilitas produksinya di Purwakarta, Jawa Barat.

Keputusan pabrik Bata tutup ini sudah disampaikan manajemen dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Keputusan untuk menghentikan aktivitas produksi Pabrik PT Sepatu Bata Tbk yang berada di Purwakarta berdasarkan Keputusan Direksi tanggal 30 April 2024 yang sebelumnya telah disetujui berdasarkan persetujuan dari Keputusan Dewan Komisaris tanggal 29 April 2024," kata Direktur Sepatu Bata Hatta Tutuko, dikutip pada Sabtu (4/5/2024).

Perusahaan sepatu yang sudah beroperasi ratusan tahun atau sejak era Kolonial Belanda di Indonesia ini mengaku sudah melakukan berbagai usaha agar pabrik di Purwakarta tetap bertahan.

"PT Sepatu Bata Tbk telah melakukan berbagai upaya selama empat tahun terakhir di tengah kerugian dan tantangan industri akibat pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang begitu cepat," ungkap Hatta.

Secara spesifik, ia menyebut, model-model sepatu dan produk alas kaki lain yang diproduksi dari fasilitas produksi Purwakarta sudah mengalami permintaan penurunan di pasar.

"Perseroan sudah tidak dapat melanjutkan produksi di pabrik Purwakarta, karena permintaan pelanggan terhadap jenis produk yang dibuat di Pabrik Purwakarta terus menurun," beber Hatta.

"Dan kapasitas produksi pabrik jauh melebihi kebutuhan yang bisa diperoleh secara berkelanjutan dari pemasok lokal di Indonesia," tambah dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved