Senin, 4 Mei 2026

Hari Buruh Internasional

Sejarah Singkat Hari Buruh Internasional 1 Mei atau May Day, Awal Perjuangan Para Pekerja

Hari Buruh menjadi hari libur Nasional sekaligus memperingati perjuangan pergerakan serikat buruh dalam memperoleh hak-hak mereka.

Tayang:
Tribunnews/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
lustrasi. Sebanyak 50 ribu peserta aksi May Day di Istana akan bergerak ke Stadion Madya Senayan, merayakan May Day Fiesta. 

TRIBUNAMBON.COM – Tanggal 1 Mei selalu diperingati sebagai Hari Buruh Se-Dunia atau biasa disebut dengan May Day.

Di tahun 2024, 1 Mei jatuh pada hari Rabu, hari ini.

Di Indonesia, Hari Buruh menjadi hari libur Nasional sekaligus memperingati perjuangan pergerakan serikat buruh dalam memperoleh hak-hak mereka.

Hari Buruh Internasional, awalnya muncul pada akhir abad ke-19 untuk memperingati perjuangan delapan jam kerja sehari.

Namun sebelum abad ke-19, istilah May Day merujuk pada perayaan pergantian musim, ke musim semi (spring) di Amerika Serikat (AS).

Baca juga: Deretan Fakta Persidangan Kasus Korupsi Diskominfo Ambon: Peranan Joy Adriaansz Terungkap

Baca juga: Lansia Tanpa Identitas Terlantar dengan Kondisi Sakit di Pertokoan Batu Merah Akhirnya Ditangani

May Day menjadi hari Buruh Se-Dunia terjadi setelah insiden pada tahun 1886, yang disebut Kerusuhan Haymarket di Chicago pada tahun 1886.

Dalam insiden ini, kaum anarkis dalam gerakan buruh di Chicago dieksekusi secara salah setelah terjadinya pemboman.

Pada abad ke-20, hari libur 1 Mei tersebut mendapat pengesahan resmi dari Uni Soviet.

Dikutip dari Britannica.com, para pemimpin di Uni Soviet menyambut hari Buruh dengan keyakinan bahwa ini akan mendorong pekerja di Eropa dan Amerika Serikat untuk bersatu melawan kapitalisme.

Hari tersebut menjadi hari libur penting di Uni Soviet dan negara-negara blok Timur, dengan parade-parade tingkat tinggi.

Termasuk parade di Lapangan Merah Moskow yang dipimpin oleh pejabat tinggi pemerintah dan Partai Komunis, merayakan pekerja dan memamerkan kekuatan militer Soviet.

Sementara di Jerman, Hari Buruh menjadi hari libur resmi pada tahun 1933 setelah bangkitnya Partai Nazi.

Ironisnya, Jerman menghapuskan serikat pekerja bebas sehari setelah hari libur ditetapkan, sehingga menghancurkan gerakan buruh Jerman.

Sementara di Amerika, Presiden Cleveland mengubah tanggal perayaan Hari Buruh menjad Senin pertama di Bulan September. Agar untuk memisahkan hari tersebut dari implikasi radikal Hari Buruh Internasional.

Hal ini juga senada dengan Kanada yang merayakan pada awal September.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved