Info Daerah

Nelayan Bobo di Desa Hitu Tak Melaut: Biaya Operasional Tak Sebanding Keuntungan

Dijelaskan, angin cukup kencang, sehingga peluang hasil tangkapan kecil, sementara biaya operasional cukup tinggi.

Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com
Seorang Nelayan sedang memantau situasi perairan di Desa Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Puluhan nelayan bobo di Desa hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah memilih tak melaut lantaran cuaca buruk.

Kepada TribunAmbon.com, salah seorang Nelayan Ibrahim Slamat mengatakan sudah dua pekan terakhir dirinya tak mencari ikan.

Dijelaskan, angin cukup kencang, sehingga peluang hasil tangkapan kecil, sementara biaya operasional cukup tinggi.

“Kurang lebih dua minggu ini arus kencang dan daerah penangkapan ikan sulit diketahui. Jadi beberapa kapal laut memilih untuk tidak melaut,” ungkapnya, Sabtu (28/12/2023).

Pantauan TribunAmbon.com, terdapat 10 kapal nelayan yang berlabuh di bibir pantai.

Baca juga: Produksi Petani Lokal Minim, Ubi Dari Masohi Banjiri Pasar Langgur

Baca juga: Kisah Wahidi Tuasikal, Buruh Angkut Tertua di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon: Seng Kerja Seng Makan

Lanjutnya, disaat cuaca buruk pendapatan turun drastis, bahkan untuk mendapatkan Rp 100 ribu cukup sulit.

Sementara biasanya dikondisi normal, keuntungan nelayan dari hasil tangkapan bisa mencapai Rp 1 juta.

Dengan kondisi ini, nelayan hanya  isa pasrah menunggu hingga cuaca membaik.

“Hampir semua nelayan tidak melaut akibat.Situasi seperti ini, nelayan harus mencari alternatif pendukung ekonomi keluarga. Mulai dari bertani, Ojek Pangkalan, dan proyek bangunan. Jika tidak ada pilihan lain, maka menganggur sementara,” ungkapnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved