Kepemiluan
Ketika Joget Gemoy Prabowo Dinilai Ingin Ubah Citra Pemarahnya
Jamiluddin menjelaskan, sosok pemarah tidak disukai kalangan milenial dan gen Z. Menurutnya, anak muda menyebut orang-orang yang memiliki sifat keras
"Waduh ini bukan rahasia kalau gitu ya. Jadi begini, ini cerita yang sebenarnya. Jadi di keluarga saya, kakek saya, eyang saya Pak Margono kan orang Jawa dari Banyumas, zaman itu tidak ada hiburan kecuali wayang," ujar Prabowo.
"Jadi tiap kali saya ke rumah eyang saya, saya disambut dengan tarian kayak begitu. Dari kecil, eyang saya, dia sambut saya. Selalu begitu. Gatotkoco pangeran dari Pringgo Dani tek, tek, tek, tek, tek, tek, tek. Ah itu satu," sambungnya.
Kemudian, ayah Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo juga memiliki kebiasaan yang sama. Ketika mendapatkan berita yang bagus, ayah Prabowo pasti selalu menari.
"Iya kan juga istilahnya orang Banyumas, zaman itu enggak ada TV, enggak ada apa-apa. Ya hiburannya wayang. Jadi tiap kali ada berita bagus, berita gembira, dia selalu nari seperti itu.
Joget seperti itu," tutur Prabowo. Maka dari itu, tarian dari eyang dan ayahnya sejak kecil tersebut telah masuk ke alam bawah sadar Prabowo.
Menurutnya, jika dia merasa gembira, sudah pasti dirinya akan berjoget.
"Tapi kalau enggak gembira ya enggak begitu. Jadi kalau ada berita bagus umpamanya ujian lulus kayak begitu. Jadi kalau lolos dari sesuatu ya begitu. Kemarin karena ambil nomor pas 2 saya joget begitu," imbuhnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kerap Berjoget, Prabowo Dinilai Ingin Ubah Citra "Pemarah" Jadi "Santai" agar Disukai Anak Muda", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2023/11/20/14363111/kerap-berjoget-prabowo-dinilai-ingin-ubah-citra-pemarah-jadi-santai-agar.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.