Pekerja Ambon Nyaris Dijual

Yayasan CEC Terlibat Perdagangan Orang, Bodewin Wattimena Ancam Batal Kirim Pekerja ke Australia

Hal itu lantaran Yayasan California Education Center ( CEC) selaku lembaga pelatihan peningkatan kapasitas untuk calon pekerja kini terlibat dugaan Ti

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com / Mesya Marasabessy
AMBON: Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengancam bakal membatalkan pengiriman calon pekerja asal Ambon ke Australia.

Hal itu lantaran Yayasan California Education Center ( CEC) selaku lembaga pelatihan peningkatan kapasitas untuk calon pekerja kini terlibat dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

“Sekiranya dalam proses ini ada hal-hal yang dilakukan dan tidak sesuai dengan proses ini kami bisa berhentikan, atau bahkan dibatalkan,” kata Wattimena, Jumat (25/8/2023).

Disamping itu, Wattimena juga memastikan hingga saat ini tidak ada calon pekerja yang menjadi korban dari praktik gelap yayasan dimaksud.

Para calon pekerja juga belum ada satu pun yang sudah membayar Rp85 juta baik ke Yayasan CEC maupun ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Ambon.

“Sampai dengan hari ini tidak ada korban dari Kota Ambon, yang bilang Kota Ambon korban itu siapa? Dan catat bahwa belum ada kerugian yang dialami oleh warga Kota Ambon, karena kasusnya itu terjadi di Batam,” cetusnya.

Baca juga: Mama Papalele Bakal Dapat Tempat di Gedung Baru Pasar Mardika Ambon

Baca juga: Pemprov Maluku Sepakat Hanya Pemkot Ambon yang Berhak Tarik Retribusi di Pasar Mardika, BPT Ilegal

Diberitakan, Yayasan California Education Center ( CEC) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Tenaga Kerja kini berurusan dengan pihak kepolisian.

Owner CEC, Elly Yana (42) bersama suaminya Muhamad Tarmizi (37) dan rekannya Santi Dewi (44) telah diringkus Unit VI Polresta Barelang dengan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Modus yang dilakukan pelaku dengan menjanjikan korban untuk dikuliahkan atau disekolahkan ke Negara Australia dan New Zealand.

Namun, tujuan utamanya ialah untuk mempekerjakan calon korbannya.

"Pelaku yang berperan sebagai pengurus ini akan mempekerjakan calon korbannya di negara Australia dan New Zealand dengan modus akan kuliahkan calon korbannya dan sebelum diberangkatkan akan diberikan pelatihan dan itu adalah caranya untuk mengelabui petugas," kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Budi Hartono, Selasa (22/8/2023).

Bahkan sebelumnya, Elly Yana pernah berurusan dengan pihak kepolisian dengan kasus yang sama pada tahun 2016.

"Pada tahun 2016, pelaku Elly ini pernah diamankan pihak kepolisian karena tersandung kasus yang sama. Yaitu mengirimkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ke negara Malaysia dan Singapura," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Ambon menggandeng Yayasan California Education Center untuk program warga Ambon bekerja di Australia.

Dengan biaya berkisar Rp. 85 juta per peserta yang mengikuti program tersebut.

Pernah Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pun menegaskan bahwa dalam program tersebut tidak ada pembohongan publik. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved