Maluku Terkini

Waduh, Penduduk Miskin di Maluku Naik Lagi per Maret 2023 Jadi 301,61 Ribu Jiwa

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat per Maret 2023 jumlah penduduk miskin di Maluku sebanyak 301,61 ribu orang.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Tampak Kota Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Jumlah penduduk miskin di Provinsi Maluku kembali naik pada tahun 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat per Maret 2023 jumlah penduduk miskin di Maluku sebanyak 301,61 ribu orang.

Demikian disampaikan Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia dalam rilis yang diterima TribunAmbon.com, Senin (17/7/2023).

Pattiwaellapia mengatakan jumlah penduduk miskin tersebut terus bergerak naik 4,95 ribu orang dari September 2022, yang mencatat sebesar 296,66 ribu orang.

“Jumlah penduduk miskin di Maluku pada Maret 2023 mencapai 301,61 ribu orang. Dibandingkan September 2022, jumlah penduduk miskin naik 4,95 ribu orang. Sementara jika dibandingkan dengan Maret 2022, jumlah penduduk miskin naik sebanyak 11,04 ribu orang,” kata Pattiwaellapia.

Lanjut dijelaskannya, persentase penduduk miskin pada Maret 2023 tercatat sebesar 16,42 persen, naik 0,19 persen poin terhadap September 2022 dan naik 0,45 persen poin terhadap Maret 2022.

Pattiwaellapia menambahkan, bila diurutkan berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2022– Maret 2023, jumlah penduduk miskin perkotaan turun sebesar 4,8 ribu orang, sedangkan di perdesaan naik sebesar 9,7 ribu orang.

Baca juga: Diduga Lecehkan Anak Buahnya, Komisi IV DPRD Maluku Dorong Sekda Pecat Kadis P3A

Baca juga: Soal Tagihan Retribusi Sampah, Wattimena Tegaskan Tak Mau Berselisih dengan Pemprov Maluku


“Persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 0,41 persen menjadi 5,49 persen. Sementara itu, di perdesaan naik dari 24,54 persen menjadi 24,64 persen,” tambahnya.

Lanjutnya, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan.

Garis Kemiskinan (GK) terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.

Pattiwaellapia mengungkapkan ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode September 2022–Maret 2023 di Maluku.

Yakni pertama, Ekonomi Maluku triwulan I-2023 terhadap triwulan III-2022 mengalami konstraksi pertumbuhan sebesar 1,19 persen; Selanjutnya, Pada Maret 2023, Kota Ambon mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 5,30 persen, Kota Tual mengalami Inflasi year on year (yoy) sebesar 7,49 persen. Dari 90 Kota IHK di Indonesia, Kota Tual mengalami inflasi tertinggi.

Dilihat dari laju inflasi gabungan Kota Ambon dan Kota Tual pada Maret 2023 terhadap September 2022 mengalami pertumbuhan sebesar 0,97 persen.

Selain itu, Nilai Tukar Petani (NTP) juga ikut mempengaruhi, dimana pada Maret 2023 sebesar 103,16 lebih rendah dibandingkan NTP September 2022 yang sebesar 104,39. NTP diatas 100 menunjukkan harga yang diterima petani lebih besar daripada yang dibayarkan.

Selanjutnya, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) pada Maret 2023 sebesar 114,98 naik sebesar 0,80 persen poin terhadap IKRT September 2022 yang sebesar 114,07. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved