Hoax Air Bersih
Oknum Mengaku Konsultan Kesehatan Sebar Hoax Air Bersih di Kota Namlea Tercemar Merkuri
Salah seorang warga yang didatangi oknum konsultan Kesehatan itu mengaku mereka datangi rumah ke rumah dan menyatakan hal yang sama terkait kondisi
Penulis: Fajrin S Salasiwa | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fajrin S Salasiwa
NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Warga di Desa Namlea Kabupaten Buru mengaku didatangi oknum konsultan Kesehatan yang menyebarkan isu air bersih di Kota Namlea tidak aman dikonsumsi karena telah tercemar merkuri.
Salah seorang warga yang didatangi oknum konsultan Kesehatan itu mengaku mereka datangi rumah ke rumah dan menyatakan hal yang sama terkait kondisi air bersih di Kota Namlea.
“Iya berdasar keterangan mereka, katanya Konsultan kesehatan di salah satu perusahaan yang baru buka di Namlea, tapi tidak detail perusahaan apa,” ujar warga Nametek Tanjung, Desa Namle, Irsan kepada TribunAmbon, Sabtu (8/4/2023).
Kepada Irsan, kedua oknum itu berulang kali menjelaskan pasca terceburnya kontainer berisi bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan kawasan Pelabuhan Namlea berdampak terhadap air bersih yang dikonsumsi warga.
Alasan lainnya, karena aktivitas penambangan liar di Gunung Botak yang kerap menggunakan bahan berbahaya, termasuk merkuri dan sianida.
“Mereka bertamu Kamis siang,” ujarnya.
Sempat menegur kedua orang itu, Irsan mengaku malah ditantang balik hingga sempat terjadi adu mulut.
Baca juga: Tak Lama Lagi Warga Seram Utara Nikmati Listrik 24 Jam
Baca juga: Bangun Tanggul dan Talud di Kamal, Bobby Tianotak: Pakai Anggaran DAU Non Peruntukkan
“Saya tegur agar berbicara sesuai fakta Bukannya dia menerima teguran ini, tapi malah dia balik menantang beradu mulut,” katanya.
“Katanya mereka punya alat, dia bilang Kalau Bisa bawa alat dari perusahaannya untuk tunjukan bahwa apa yang dikatakannya benar,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Dinas kesehatan pun telah mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai hoax yang beredar di masyarakat.
Masyarakat diminta lebih selektif menerima informasi yang hanya bersifat menakut-nakuti.
Oknum tersebut jgua ditegaskan bukan bagian dari institusi kesehatan di Kabupaten Buru. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.