Breaking News:

Ambon Terkini

HMI Cabang Ambon Ikut Tolak Eksekusi 62 KK Warga Batu Merah

Lanjutnya, sejumlah warga yang telah membayar lahan tersebut dibuktikan dengan kwitansi yang jika ditotalkan berjumlah Rp. 200 juta lebih, namun diang

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
-
AMBON: HMI Cabang Ambon ikut tolak eksekusi 62 KK warga Batu Merah. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon ikut menolak eksekusi 62 KK warga Batu Merah yang akan dieksekusi menurut Putusan Pengadilan Nomor 206/Pdt.G/2019/PN Ambon.

Menurut Fungsionaris HMI Cabang Ambon, Rifon Wally, putusan tersebut terkesan sangat rancu.

Pasalnya, tergugat (warga) sama sekali tidak dihadirkan dalam persidangan di pengadilan.

“ Sejumlah saksi juga memberikan kesaksian palsu yang mengatakan bahwa kuasa hukum ahli waris yang pertama atas nama Mustakim Weno sudah meninggal. Padhal faktanya beliau masih sehat dan hidup sampai hari ini,” kata Wally kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Senin (23/1/2023).

Lanjutnya, sejumlah warga yang telah membayar lahan tersebut dibuktikan dengan kwitansi yang jika ditotalkan berjumlah Rp. 200 juta lebih, namun dianggap tidak ada oleh kuasa hukum ahli waris kedua yakni Dani Nirahua.

Selain itu, objek tanah tersebut juga belum dilakukan pengembalian batas oleh ahli waris Patria H. Pieters.

“Titik Koordinat tanah tersebut berdasarkan sertifikat yang diterbitkan tahun 1977 tersebut tidak tepat sasaran karena berada di Desa Tantui Pandang Kasturi bukan desa Batu Merah,” ungkapnya.

“Putusan pengadilan sama sekali tidak mencerminkan kepastian dan keadilan hukum bagi masyarakat,” cetusnya.

Baca juga: Partai Buruh Maluku Pastikan Pendaftaran Bacaleg Pemilu 2024 Tanpa Mahar, Ketahuan Bakal Dipecat!

Sementara itu, Fungsionaris HMI Cabang Ambon, Syawal Tamher juga mengungkapkan hal serupa.

Menurutnya, dalam persoalan ini terdapat banyak kejanggalan di lapangan maupun fakta-fakta di lapangan yang tidak sesuai.

“Sehingga kami akan bersama dengan warga yang akan digusur. Karena kami menilai bahwa rakyat telah didzolimi oleh oknum-oknum tertentu,” tandasnya.

Diketahui, Ketua Pengadilan Negeri Kelas IA Ambon telah menerbitkan surat Nomor 1/Pen.Pdt. Eks/2022/PN Amb Jo. Nomor 206/Pdt.G/2019/PN Amb tanggal 18 November 2022 tentang Perintah Eksekusi atas Putusan Pengadilan Negeri Ambon Nomor 206/Pdt.G/2019/PN Ambon tanggal 06 Mei 2020 berupa pengosongan sebidang tanah milik Penggugat / Pemohon Eksekusi sesuai Sertifikat Hak Milik Nomor 354 dengan luas 6.847 M⊃2; beserta segala harta miliknya dengan segala akibat hukumnya di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Provinsi Maluku.

Pelaksanaan eksekusi berupa penggusuran rencananya akan dilaksanakan pada Kamis, 19 Januari 2023 Pukul 08.30 WIT, bertempat di lokasi Objek Eksekusi di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon Provinsi Maluku.

Warga yang menempati lokasi juga diminta untuk hadir dan segera mengosongkan lokasi objek eksekusi tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved