BMKG Ingatkan Warga Pesisir Selatan Pulau Seram Waspada Banjir Rob: Tapi Tak Perlu Panik

BMKG mengimbau warga di pesisir selatan Pulau Seram waspada banjir rob yang akan terjadi tiga hari kedepan.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
BMKG Ingatkan Warga Pesisir Selatan Pulau Seram Waspada Banjir Rob; Tapi Tak Perlu Panik 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) mengimbau warga di pesisir selatan Pulau Seram waspada banjir rob yang akan terjadi tiga hari kedepan.

Kondisi ini terjadi hingga ke bagian timur Pulau Seram atau Kabupaten Seram Bagian Timur mulai 21 hingga 24 Januari pekan depan.

"Terkait dengan adanya peringatan dini banjir rob yang dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Maritim Ambon bahwa akan berpotensi banjir rob di beberapa wilayah di Maluku termasuk wilayah pesisir selatan Pulau Seram dan pesisir Seram Bagian Timur," kata Kepala BMKG Stasiun Amahai, Frans Thomas Latuny, Sabtu (21/1/2023).

Lanjutnya, potensi banjir rob ini di pengaruhi oleh adanya fenomena Super New Moon atau fase bulan baru yang bersamaan dengan perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada tanggal 21 Januari 2023.

Dan untuk kondisi gelombang laut yang terjadi secara umum ada pada kategori sedang yaitu 1.25m-2.50m.

"Banjir rob ini juga dikenal sebagai banjir genangan. Banjir rob ini akan sering melanda atau sering terjadi di daerah yang permukaannya lebih rendah daripada permukaan air laut," jelasnya.

Dia pun mengimbau warga khususnya mereka yang berada dekat dengan bibir pantai agar lebih waspada melihat kondisi ombak sehingga sewaktu-waktu bila terjadi sesuatu yang berbahaya bisa meminimalisir resiko kembencanaan.

"Untuk itu perlu kami imbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan antisipasi kondisi tersebut karena kondisi ini akan sangat berdampak jika bersamaan adanya gelombang karena dapat menggenangi daratan pesisir yang permukaannya lebih rendah dari pantai," harapnya.

Meski demikian, masyarakat juga tidak perlu panik terhadap peringatan dini tersebut karena fenomena ini adalah fenomena yang biasa terjadi.

"Edukasi ini juga perlu di sampaikan agar masyarakat tidak terprofokasi terhadap berita-berita hoaks," demikian keterangannya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved