Breaking News:

Gempa Guncang Maluku

Masih Trauma, Orangtua Siswa Tak Izinkan Anak Sekolah Pasca Gempa di Tanimbar

Tak terkecuali para orangtua siswa di KKT, di mana mereka merasa trauma dan tidak mengizinkan anak-anak mereka bersekolah, meski aktivitas sekolah tet

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Kapolres Kepulauan Tanimbar
GEMPA GUNCANG MALUKU: Aparat Polres Kepulauan Tanimbar temui warga. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pasca gempa 7,5 Magnitudo yang mengguncang Kabupaten Kepulauan Tanimbar ( KKT ) dan sekitarnya sebabkan rasa trauma kepada warga setempat.

Tak terkecuali para orangtua siswa di KKT, di mana mereka merasa trauma dan tidak mengizinkan anak-anak mereka bersekolah, meski aktivitas sekolah tetap berjalan seperti biasa.

Kondisi tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KKT, Zakarias Lessy melalui sambungan telepon, Rabu (11/1/2023).

“Akitivitas sekolah pasca gempa 7,5 Magnitudo di KKT tetap berjalan seperti biasa, tidak ada pemberlakuan hari libur sekolah dari Pemda KKT. Namun karena trauma, mereka belum mengizinkan anak-anaknya untuk ke sekolah, intinya ada rasa takut dan trauma dari orang tua,” kata Zakarias Lessy.

GEMPA GUNCANG MALUKU:  Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KKT, Zakarias Lessy, Rabu (11/1/2023).
GEMPA GUNCANG MALUKU: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KKT, Zakarias Lessy, Rabu (11/1/2023). (Istimewa)

Menurutnya, para orangtua belum mengizinkan anak-anaknya untuk ke sekolah selain karena masih trauma, khawatir, juga rasa ngantuk pasca peristiwa gempa terjadi pada pukul 02.47 WIT dini hari kemarin.

“Mungkin karena rasa ngantuk setelah peristiwa tersebut yang terjadi pada dini hari, dan setelahnya masih ada rasa takut makanya tidurnya tidak pulas. Tapi tidak semuanya. Ada anak-anak siswa juga yang ke sekolah,” ungkapnya.

Lessy mengaku, prinsipinya aktivitas sekolah tetap berjalan, karena di samping itu, pada Selasa 10 Januari 2023 merupakan hari kedua tahun ajaran baru.

Sebagian sekolah juga masih dalam proses pembersihan lingkungan sekolah, sehingga belum aktif belajar.

Ia mengimbau kepada warga KKT termasuk anak-anak yang sekolah agar tetap waspada dan menahan diri dari informasi hoaks.

Baca juga: Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Kepulauan Tanimbar

“Imbauan Pemda kepada masyarakat Tanimbar agar tetap waspada, dan jangan termakan hoaks dari informasi yang tidak jelas sumbernya,” pinta Lessy.

Diketahui, Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan magnitudo 7,5 yang terjadi pada Selasa, pukul 02.47 WIT, pusatnya berada di laut pada kedalaman 131 km di koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 130,18 Bujur Timur, sekitar 148 km barat laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa tersebut dirasakan pada skala V MMI di Kota Saumlaki; IV MMI di Dobo dan Tiakur; III-IV MMI di Alor, Waingapu, Waijelu, Lembata, Sorong, dan Kaimana; II-III di Kairatu, Merauke, Nabire, Tanah Merah, Wamena, Bakunase, Kolhua, Sabu, Rote, Ende, Amarasi Selatan, dan Kota Kupang; serta II MMI di Ambon dan Piru (Kabupaten Seram Bagian Barat).

Pada skala II MMI getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan pada skala III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa seakan ada truk berlalu.

Getaran pada skala IV MMI pada siang hari dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah serta menyebabkan gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.

Pada skala V MMI, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, membuat banyak orang terbangun, serta menyebabkan gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang-tiang dan barang besar bergoyang

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved