Breaking News:

Penganiayaan Ibu Bhayangkari

Selain Selingkuh dan Aniaya Ibu Bhayangkari, Briptu Isra Sangaji Diduga Punya Lubang di Gunung Botak

Selain tersangkut kasus penganiayaan Ibu Bhayangkari, Briptu Isra Sangaji juga diduga memiliki lubang galian emas ilegal di kawasan tambang Gunung Bot

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Polres Pulau Buru
Penertiban tambang emas ilegal gunung botak, di Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, Maluku, Selasa (1/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Selain tersangkut kasus penganiayaan Ibu Bhayangkari, Briptu Isra Sangaji juga diduga memiliki lubang galian emas ilegal di kawasan tambang Gunung Botak, Pulau Buru.

Menanggapi itu, Kapolres Buru Selatan (Bursel) AKBP M. Agung Gumilar pastikan akan menyelidiki informasi itu.

“Sedang ditelusuri,” kata Kapolres kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Senin (7/11/2022).

Dia menegaskan, bakal menindak tegas anggotanya yang terbukti beraktivitas di kawasan tambang ilegal itu.

Mengingat, Kepolisian Daerah (Polda) Maluku melalui Polres jajaran menaruh fokus perhatian penghentian kegiatan tambang yang menyebabkan kerusakan lingkungan itu.

Diketahui, puluhan aparat gabungan, Sabtu (5/11/2022) kembali menyisir area Gunung Botak.

Sebanyak 250 tenda dan 100 bak rendaman milik penambang dirusak dengan cara dibakar dan dibongkar.

Penambang pun dimintakan meninggalkan area pertambangan.

Briptu Isra Sangaji sendiri masih mendekam di rumah tahanan Mapolres Buru untuk dua kasus.

Baca juga: Kasus Selingkuh Oknum Polisi dengan Ibu Bhayangkari, Kapolres Bursel; Saksi Sudah Diperiksa

Kapolres Buru Selatan AKBP M. Agung Gumilar memastikan Briptu Isra Sangaji, oknum Polisi terduga penganiaya Ibu Bhayangkari diproses hukum dan etik.
Kapolres Buru Selatan AKBP M. Agung Gumilar memastikan Briptu Isra Sangaji, oknum Polisi terduga penganiaya Ibu Bhayangkari diproses hukum dan etik. (Sumber; Polres Buru Selatan)

Yakni kasus perselingkuhan dan kasus penganiayaan ibu Bhayangkari yang ditangani langsung Dirkrimum Polda Maluku.

“Sudah ada pemeriksaan saksi (kasus perselingkuhan), tiga orang, namun baru satu yang menjalani pemeriksaan,” kata pria yang sebelumnya menjabat Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Maluku itu.

Gumilar pun menegaskan tidak memberi ampun anggotanya yang terbukti bersalah melanggar.

Kapolda Maluku pun disebut memberi atensi tinggi akan kasus tersebut.

“Sanksi terberat ya PDTH,” tegasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved