Breaking News:

Pedagang Mardika Diperas

BEM Nusantara Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Azis Tunny Tagih Ratusan Juta Rupiah dari Pedagang

Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Nusantara meminta pihak Kepolisian usut tuntas permasalahan dugaan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Malu

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Adjeng Hatalea
Istimewa
Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Nusantara meminta pihak Kepolisian usut tuntas permasalahan dugaan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny yang meminta ratusan juta ke pedagang Pasar Mardika Ambon. Ketua Kordinator Daerah BEM-Nus Maluku, Adam R. Rahantan kepada TribunAmbon.com, Kamis (9/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Eksekutif Mahasisa (BEM) Nusantara meminta pihak Kepolisian usut tuntas permasalahan dugaan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Azis Tunny yang meminta ratusan juta ke pedagang Pasar Mardika Ambon.

"Selain itu pihak berwajib harus memeriksa ke duanya. Polisi harus dapat memeriksa Azis Tunny dan Ketua Pedagang Pasar Mardika agar tidak menjadi polemik di tengah masyarakat apalagi sampai membawa Nama Gubernur Maluku," kata Ketua Kordinator Daerah BEM-Nus Maluku, Adam R. Rahantan kepada TribunAmbon.com, Kamis (9/7/2022).

Rahantan menambahkan, perbuatan Azis Tunny telah mencoreng nama baik HIPMI Maluku bila terbukti benar adanya.

"Tentu hal ini adalah hal yang sangat memalukan jika ketua HIPMI Maluku membawa bawa nama Gubernur Maluku untuk melakukan perbuatan tercela dan akan bisa berimbas menjadi perbuatan pidana," tambahnya.

Lanjutnya, persoalan ini harus segera terselesaikan agar tak menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat.

"Kiranya pihak berwajib Segera mengusut tuntas agar tidak tumpang tindih kabar serta menimbulkan fitnah antara Ketua HIMPI Maluku dan juga kKtua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika (APMA). Serta Gubernur Maluku. Jika Benar adanya maka saya meminta pihak kepolisian agar Mempresur masalah ini. Memeriksa ketua HIPMI Maluku, ketua asosiasi pedagang pasar Mardika, serta Gubernur Maluku," tegasnya.

Namun, dia berharap Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika (APMA) segera mengklarifikasi kebenaran masalah ini.

"Jika tidak benar adanya maka saya meminta kepada ketua asosiasi pedagang pasar Mardika Cepat mengklarifikasi terkait hal ini. Karena telah mencemarkan nama baik. Saya berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi terkait pemberitaan tersebut. masyarakat juga tetap tenang dan tidak terpancing seraya menunggu proses penanganan masalah ini Kepada pihak berwajib," tandasnya.

Diberitakan, Beredar sebuah rekaman suara pengakuan seorang perwakilan pedagang di Pasar Mardika Ambon, Alham Valeo yang ditagih hingga ratusan juta rupiah oleh Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku, Asiz Tunny.

Baca juga: Viral Azis Tunny Diduga Tagih Uang Ratusan Juta dari Pedagang, Gerindra Tegaskan Bukan Kader Partai

Rekaman suara berdurasi 16 menit 26 detik itu memperdengarkan percakapan antara Alham Valeo alias Abang Al yang merupakan Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Mardika Ambon (APMA) dengan seorang yang mengaku orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Al mengaku, Azis Tunny berdalih akan menyetor uang tersebut ke Gubernur Murad agar memberikan izin pembangunan lapak di atas trotoar.

Tak hanya itu, uang yang ditagih juga disebutkan, dipakai untuk keperluan pribadi, saat Azis tengah mengurusi pemilihan HIPMI.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved