Breaking News:

Info Daerah

Pengendara Ngeluh SPBU di Kota Masohi Batasi Penjualan Petralite Rp 200 Ribu

Lantaran pengisian pertalite di SPBU Batas Kota Masohi hanya sebesar Rp 200 ribu per kendaraan

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Lukman
Antrean panjang pengisian pertalite, Sabtu (28/8/2022). Pengendara ngeluh SPBU di Kota Masohi batasi pengisian pertalite Rp 200 ribu 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Pengendara roda empat mengeluhkan kebijakan pembatasan pengisian bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Masohi.

Lantaran pengisian pertalite hanya sebesar Rp 200 ribu per kendaraan. Sementara rute perjalanan cukup panjang sehingga BBM yang tersedia tidak mencukupi hingga ke tujuan.

"Katong mengeluh karena SPBU di Kota Masohi hanya kase katong (bolehkan kita) mengisi hanya 200 ribu saja. Sementara katong harus jalan ke SBB lalu teman teman yang mau ke Bula itu bagimana, itu kan seng cukup," kata Andre salah satu sopir jurusan Kairatu, Sabtu (20/8/2022).

Menanggapi keluhan itu, petugas SPBU menyatakan pembatasan pengisian Pertalite agar dapat melayani kebutuhan lebih banyak konsumen.

Baca juga: Gubernur Murad Ismail Wajibkan Hotel dan Restoran Sediakan Makanan Berbahan Dasar Sagu

Baca juga: Sore Ini, Maluku FC Bakal Gelar Laga Persahabatan Lawan Latulua FC

"Memang benar kita batasi pengisian. Karena kalau tidak seperti itu nanti warga yang lain tidak kebagian. Jadi solusinya harus seperti itu biar yang juga dapat bagian," jawab Igo Sahertian salah satu petugas SPBU.

Dalam pelaksanaanya, kendaraan yang telah mengisi BBM ditandai dengan menggunakan cat.

"Supaya mudah kita tau siapa yang sudah mengisi dan belum, kan biar merata," ujarnya.

Dijelaskan, SPBU hanya mendapatkan jatah perhari dari Pertamina sebanyak 10 KL perhari.

Rerata stok habis sekitar pukul 13.30  WIT setelah dibuka sejak pukul 17.00 WIT.

"Kan katong dapat jatah dari Pertamina terbatas jadi secara otomatis katong buat seperti itu supaya biar yang lain juga dapat dan biasanya kita mulai membuka penjualan jam 7 pagi sampe selesai itu kadang seng menentu juga tapi paling sering itu jam stengah dua siang itu sudah habis," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved