Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Dua siswa di Maluku Tengah sukses meraih juara pada olimpiade tingkat nasional.
Rasyidatul Safa Azzahra dan Fatma Ramadhani Patty jadi inspirasi bagi teman-temannya.
Prestasi kedua siswa asal SD Muhammadiyah Masohi itu berhasil dihimpun TribunAmbon.com, Rabu (10/9/2025).
Rasyidatul dan Fatma ialah siswa SD Muhammadiyah Masohi yang saat ini duduk di bangku kelas 6-A SD.
Rasyidatul Safa Azzahra berhasil menjadi juara 1 pada olimpiade mata pelajaran Bahasa Inggris yang dilombakan secara daring, 31 Agustus 2025 lalu.
Secara mandiri ia mengakses informasi perlombaan secara online yang digelar oleh lembaga Olimpiade Siswa Indonesia (OSI).
Alhasil ia berhasil menyabet juara 1 dan membawa pulang medali, piagam, dan piala.
Baca juga: Penurunan Kualitas Layanan, Telkom Sebut Pemulihan Layanan Rampung di 25 September 2025
Baca juga: Langgar Aturan Disiplin, 13 ASN di SBT Dikenai Sanksi Penundaan Kenaikan Gaji dan Pangkat
Begitupula Fatma Ramadhani Patty, ia berhasil menyabet juara 1 pada olimpiade mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Olimpiade tersebut juga dilombakan secara daring melalui website Olimnas.id pada 15 Agustus 2025.
Berkat kemenangannya, Fatma berhasil mendapatkan piagam penghargaan, medali, dan piala.
Wali Kelas mereka, Sania Renwarin (30) mengatakan, anak-anak secara mandiri memperoleh informasi olimpiade melalui sosial media.
"Terus mereka bilang mau daftar, maka kita dukung apa yang menjadi keinginan anak-anak," ujar Sania.
Usai mendaftar, cerita Sania, anak-anak dibimbing untuk mempersiapkan diri karena mereka sangat antusias.
"Pertama kali mereka ikut Olimpiade di Universitas Pattimura dan mereka tertantang untuk mencari tantangan baru," ceritanya.
Diakui, adapula siswa yang mengikuti lomba mata pelajaran Matematika dan IPA, sayangnya mereka tidak lolos final.
"Jadi hanya mereka berdua yang lolos. Saat ini ada juga (siswa lain) yang coba mengikuti jejak mereka, karena terinspirasi, dan siswa yang lain sementara masih dalam proses perlombaan," jelasnya.
Sania berharap agar semangat anak-anak ini tidak pupus, tetap dipertahankan sampai mereka beranjak ke satuan pendidikan berikutnya.
"Sehingga terbawa sampai mereka lanjut ke satuan pendidikan berikutnya, dan tetap punya antusias untuk mencari tantangan baru," harap Sania. (*)