Breaking News:

Cuaca Ekstrem Maluku

265 KK Terdampak Longsor dan Banjir di Maluku Tengah, BPBD Masih Terus Data

Musibah banjir di Maluku Tengah kali ini terbilang cukup parah. Ketinggian air bahkan mencapai 100 centimeter.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Sumber; Delia Sangadji
Sejumlah rumah di Negeri Kabauw dan Rohomoni, Pulau Haruku, Maluku Tengah terendam banjir. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM -- Musibah banjir di Maluku Tengah kali ini terbilang cukup parah.

Ketinggian air bahkan mencapai 100 centimeter saat banjir di Maluku Tengah, Minggu (17/7/2022) lalu.

Tak hanya banjir di Maluku Tengah, cuaca buruk yang terjadi juga mengakibatkan longsor di sejumlah daerah itu.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Tengah, ada enam kecamatan terdampak banjir di Maluku Tengah.

Meliputi Kecamatan Leihitu, Salahutu, Pulau Haruku, Saparua Timur, Kecamatan Kota Masohi dan Kecamatan Amahai.

Kepala Sub Bidang Kedaruratan, BPBD Maluku Tengah, Umar Sopalatu mengatakan data sementara menunjukan 265 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana longsor dan banjir akibat cuaca buruk beberapa hari ini.

"Sementara ini, total korban terdampak ada 265 Kepala Keluarga (KK). Ini data sementara dari tim kami di lapangan yang sampai saat ini masih melakukan pendataan,"kata Umar saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (19/7/2022).

Baca juga: Masohi Banjir, Tuasikal Akui Kali Ini Lebih Parah, Sebut Gara-gara Warga Buang Sampah Sembarangan

Baca juga: Warga Apui Minta Pemkab Malteng Atasi Banjir dengan Perlebar Drainase

Berikut jumlah korban terdampak berdasarkan Negeri (Desa).

  • Negeri Lima, 3 KK.
  • Negeri Kaitetu, 29 KK.
  • Negeri Mamala 1 KK
  • 1 Ruang belajar Pesantren Nurul Taaqalain di Negeri Hila, Kecamatan Leihitu.
  • Negeri Liang Kecamatan Salahutu 55 KK
  • Negeri Rohmoni, Kecamatan Pulau Haruku 13 KK.
  • Dusun Huameteno Negeri Sepa 75 KK
  • Kampung Baru Amahai II, Kecamatan Amahai 26 KK
  • Belakang Penginapan Irene, Kelurahan Namasina 40 KK.

Sementara di sejumlah Negeri lainnya kata Umar, hingga kini masih dilakukan pendataan seperti di Negeri Pelau, Kecamatan Pulau Haruku dan di Kompleks Apui Kelurahan Ampera, Kecamatan Kota Masohi.

"Untuk beberapa titik lainnya tim kita masih mendata jadi belum bisa kita sampaikan. Nanti kalau tim sudah mengirim datanya baru kita berikan keterabgan,"pungkasnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved