Breaking News:

Maluku Terkini

Seluruh Perangkat Desa di Kabupaten Buru Belum Terima Gaji Selama 7 Bulan

Diakui salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya, bahkan mereka belum menerima gaji selama tujuh bulan lamanya.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Shutterstock)
ilustrasi gaji. Seluruh Perangkat Desa di Kabupaten Buru Belum Terima Gaji Selama 7 Bulan 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Perangkat desa di 82 desa di Kabupaten Buru belum menerima gaji mereka.

Diakui salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya, bahkan mereka belum menerima gaji selama tujuh bulan lamanya.

"Sudah tujuh bulan, kita perangkat desa belum menerima gaji, terhitung sejak Januari hingga Juli 2022," kata dia kepada TribunAmbon.com, Kamis (14/7/2022).

Dia mengungkapkan, akibat dari tidak dibayar gaji tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka pun rela berhutang.

"Kita butuh makan, minum, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kalau sampai saat ini kami belum mendapatkan gaji, terpaksa kami harus berhutang," ucap dia.

Baca juga: Pejabat Perpurnas RI Minta Pemda Maluku Perhatikan Kesejahteraan Perpustakaan di Pelosok

Dia menyayangkan lambatnya mendapatkan gaji mereka, sementara pelayanan di tingkat desa terus dijalankan.

"Kami sangat menyayangkan Pemda Buru dalam menyalurkan gaji kami di 82 desa se-Kabupaten Buru, sementara tugas-gugas pelayanan mesti kami jalankan setiap hari," tandasnya.

Terkait hal tersebut, dia mengaku belum mengetahui alasan sehingga mereka belum menerima gaji sampai hari ini.

"Terkait lambatnya gaji, kami belum tau apa penyebabnya, namun informasi yang telah kami peroleh, anggarannya sudah ada di bagian Badan Pengelolaan Keuangan fan Aset Daerah (BPKAD), namun belum dicairkan," tutur dia.

DIrinya berharap, agar Pemerintah Daerah Kabupaten Buru hal ini menjadi atensi khusus, agar gaji perangkat desa di 82 desa ini dapat segera diselesaikan.

"Kami minta kepada pimpinan tertinggi Pemerintah Daerah Kabupaten Buru dalam hal ini Penjabat Bupati Buru, Djalaluddin Salampessy untuk persoalan ini menjadi perhatian, karena kami memiliki keluarga dan butuh makan, minum serta kebutuhan sehari-hari. Padahal pelayanan kami terus jalankan," pintahnya.

Sementara i tu, Kepala BPKAD Kabupaten Buru, Moh. Hurry belum memberikan tanggapan apapun saat dikonfirmasi TribunAmbon.com.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved