Breaking News:

Maluku Terkini

Aktivitas Dibekukan, LPM Lintas Gugat Kampus IAIN Ambon

Pemimpin redaksi LPM Lintas, Yolanda Agne mengatakan, gugatan yang dilayangkan bernomor

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
Sumber; LPM Lintas Ambon
LPM Lintas IAIN Ambon gugat SK pembekuan di PTUN Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Lintas IAIN Ambon menggugat Surat Keputusan (SK) Nomor 92 Tahun 2022 tentang Pembekuan LPM di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Ambon.

Pemimpin redaksi LPM Lintas, Yolanda Agne mengatakan, gugatan yang dilayangkan bernomor 23/G/2022/PTUN.ABN itu lantaran pihak lembaga IAIN Ambon dinilai telah merampas hak belajar mahasiswa.

"Kami mengutuk keras pembredelan LPM Lintas karena itu merampas hak belajar kami. Kami mengambil langkah ini untuk mengembalikan rumah belajar kami dengan cara terhormat," kata Yolanda Agne melalui pers rilis yang diterima TribunAmbon.com, Jumat (8/7/2022).

Dijelaskan, LPM Lintas sebelumnya telah melayangkan surat keberatan administrasi terhadap SK tersebut.

Baca juga: Dugaan Korupsi di RSUD Haulussy, 6 Saksi Diperiksa Termasuk Tenaga Medis

Baca juga: Koalisi Minta Polda Maluku Hentikan Proses Pemidanaan Penggiat LPM Lintas IAIN Ambon

Namun, sampai hari ini, surat itu tak pernah digubris pihak lembaga.

"Gugatan ini sebagai langkah perlawanan agar terjaminnya kebebasan pers di lingkungan kampus, yang menurut kami bermasalah. Jalur PTUN ini juga dinilai sebagai langkah bijak dalam upaya mengembalikan pers mahasiswa untuk beraktivitas kembali dan tidak dianggap ilegal oleh kampus,” ungkapnya.

Diketahui, gugatan pembatalan itu didampingi Koalisi Pembela LPM Lintas yang terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Pers Jakarta, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA), Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Pegurus Daerah Maluku, AJI Kota Ambon, Persatuan Pers Mahasiswa Indonesia atau PPMI.

Sebelumnya, Lintas dibekukan pada 17 Maret 2022 karena menurunkan liputan khusus kekerasan seksual bertajuk “ IAIN Ambon Rawan Pelecehan.”

Dalam majalah edisi Januari 2022 yang beredar pada 14 Maret lalu itu tertulis, 32 orang mengaku menjadi korban pelecehan seksual di IAIN Ambon, terdiri 25 perempuan dan 7 laki-laki.

Sementara terduga pelaku sebanyak 14 orang.

Belasan terduga pelaku perundungan seksual terdiri dari 8 dosen, 3 pegawai, 2 mahasiswa, dan 1 alumnus. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved