Sampah di Ambon

Tak Ada BBM Jadi Alasan Truk Pengangkut Sampah di Kota Ambon Sempat Berhenti Beroperasi

Setelah sempat tidak terangkut selama lebih dari sepekan sehingga sampah banyak menumpuk di sejumlah TPS dan pinggir jalan.

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Salama Picalouhata
Tampak truk pengangkut sampah parkir di area TPS Toisapu, Kamis (2/6/2022) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengangkutan sampah kembali normal dari Kota Ambon ke tempat pembuangan akhir (TPA) Toisapu, Leitimur Selatan,.

Setelah sempat tidak terangkut selama lebih dari sepekan sehingga sampah banyak menumpuk di sejumlah TPS dan pinggir jalan.

Diakui salah satu petugas pengangkut sampah yang enggan menyebut namanya, dia dan beberapa rekan sempat lama tidak bekerja.

Ketiadaan biaya operasional kendaraan disebut menjadi alasan.

"Kalau tidak ada bensin, bagaimana kita mau angkut sampah," kata dia.

Dijelaskan, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) kerap terlambat memberikan biaya operasional kendaraan berupa uang untuk membeli Bahan bakar Minyak (BBM).

Bahkan di bulan Mei, keterlambatan terjadi selama 12 hari.

Baca juga: INI Penyebab Sampah di Kota Ambon Kerap Menumpuk Versi DLHP

Baca juga: Kerap Dijadikan Spot Nongkrong, Sampah Berserakan hingga Lampu Jatuh di Taman I AMBON

"Karena seng dapat uang bensin, makanya tidak diangkut. Coba bayangkan kami tidak terima uang bensin dari tanggal 16 Mei sampai tanggal 26 Mei. Barulah besoknya uang bensin diberikan, baru kami mulai angkut," jelas Petugas sampah yang sudah bekerja sejak 1994 ini.

Dia pun berharap, Pemkot Ambon tak lagi terlambat memberikan uang bensin.

Apalagi jika alasannya karena ada penggeledahan oleh KPK.

Menurutnya, tak masuk akal jika pencairan uang operasional harus ditunda karena ada penggeledahan.

"Bagian keuangan bilang katanya sebentar, kantor besar sementara digeledah. Padahal daftar permintaan sudah dimasukkan, tapi belum ada respon. Alasannya tidak masuk akal. Mau KPK atau BPK datang, tetap uang ini harus dibayar," ucap dia.

Dia melanjutkan, tak mungkin mereka harus mengambil pinjaman terus-menerus demi membeli bensin untuk mengangkut sampah.

"Kami meminta uang bensin dibayar lancar. Jangan setiap terlambat seperti bulan lalu," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved