Breaking News:

Narkoba di Maluku

Masih 19 Tahun Sudah Pakai Tembakau Sinte, Pemuda Ambon Ini Didakwa Pasal Berlapis

Jirhan menjalani sidang secara perdana yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Ismael Wael dan di dampingi

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Masih 19 tahun, Jirhan Syaputra harus duduk di kursi pesakitan lantaran menggunakan narkoba jenis tembakau sintetis.

Jirhan menjalani sidang secara perdana yang dipimpin oleh Majelis Hakim, Ismael Wael dan di dampingi Penasihat hukum Penny Tupan di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (14/3/2022).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beatrix N. Tenmar menyebutkan Jirhan tertangkap di Kampung Oihu, Kecamatan Sirimau, Ambon, 15 November 2021 lalu.

Terdakwa menyimpan satu paket narkotika itu didalam dompet yang disimpan dalam kamar terdakwa.

“Terdakwa mengakui menyimpan 1 paket Narkotika jenis tembakau sintetis di dalam kamar terdakwa selanjutnya Petugas Diresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease bersama terdakwa ke rumah Terdakwa dan terdakwa kemudian mengambil paket narkotika itu,” kata JPU, Senin.

Baca juga: Seragam Satpol PP Bursel di Korupsi, Asnawi Gay Kena Tuntut 4 Tahun Penjara

Baca juga: Mayat Tanpa Identitas di Kota Masohi Ternyata Dibunuh, Ini Kronologinya

Terdakwa mengaku membeli narkotika seberat 0,43 gram itu dari Harly (DPO) seharga Rp 100 ribu.

“Bahwa berawal terdakwa menghubungi saudara Harly (DPO) untuk membeli 1 (satu) paket Narkotika jenis tembakau sintetis kemudian terjadi pertemuan antara terdakwa dengan Saudara HARLY (DPO) di Tantui dimana saudara Harly kemudian memberikan 1 paket Narkotika jenis tembakau sintetis yang dibungkus dengan kertas nasi ukuran kecil selanjutnya terdakwa memberikan uang sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya.

Lanjutnya, setelah membeli narkoba itu, terdakwa sempat mengkonsumsi setengah paket, dan kembali ia simpan dalam dompet.

“Bahwa perbuatan terdakwa membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli Narkotika jenis tembakau sintetis dengan berat 0,4353 gram tersebut tidak memiliki ijin dari pihak yang berwenang,” tambah JPU.

Alhasil, JPU mendakwa terdakwa dengan pasal berlapis yakni melanggar pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 ayat (1) Undang Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai mendengar dakwaan JPU, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved