Breaking News:

Virus Corona

Ada 34 Kasus Aktif Covid-19 di Buru, Masyarakat Diminta Perketat Prokes

Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Buru, Maluku terus meningkat. Tercatat hingga Rabu (2/3/2022) hari ini, ada 34 kasus aktif di Buru.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Pembagian masker kepada masyarakat di Pasar Unit Enam, Kabupaten Buru. Rabu (14/7/2021). Masyarakat diminta tetap menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker, dan menjaga jarak. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Buru, Maluku terus meningkat. Tercatat hingga Rabu (2/3/2022) hari ini, ada 34 kasus aktif di Buru.

Jumlah itu merupakan kumulatif dari sepuluh Kecamatan, di antaranya;

1. Kecamatan Namlea
2. Kecamatan Lilialy
3. Kecamatan Waplau
4. Kecamatan Fenaleisela
5. Kecamatan Airbuaya
6. Kecamatan Waeapo
7. Kecamatan Lolongguba
8. Kecamatan Waelata
9. Kecamatan Teluk Kaiely
10. Kecamatan Batabual

Dari 10 Kecamatan ini, kasus aktif itu tersebar hanya di lima kecamatan.

Baca juga: Maluku dan 13 Provinsi Ini Terus Mengalami Penurunan Kasus Covid-19

Baca juga: Kasus Covid-19 Turun, Ambon Masuk Zona Kuning

Yakni, Namlea 6 kasus, Lilialy 1 kasus, Waeapo 6 kasus, Lolongguba 10 kasus, dan Waelata 2 kasus. Sementara sisa lainnya berada di luar daerah.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Buru, Udi Jainahu mengatakan, tidak semua pasien Covid-19 berada di Kabupaten Buru.

"Sisanya itu di luar dari Kabupaten Buru. Untuk pasien yang ada di sini, sementara karantina mandiri. Untuk tingkat kesembuhannya saya belum cek," kata Jainahu saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Rabu pagi.

Menurutnya, cara untuk memutuskan mata rantai, yang pastinya masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker, dan menjaga jarak.

"Kita berharap kiranya masyarakat pada umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa, hanya saja tetap perhatikan protokol kesehatan. Karena sampai dengan saat ini apapun jenis virusnya, protokol kesehatan merupakan rekomdasi dasar untuk dapat memutus mata rantai penularan," ucap Jainahu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved