Breaking News:

Narkoba di Maluku

Miliki 0,23 Gram Narkoba, Tahaparry Dituntut 4 Tahun Penjara

Tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Liliana Heluth saat sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (17/2/2022).

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Warga Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Errol Tahapary (42) dituntut 4 tahun penjara.

Tuntutan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Liliana Heluth saat sidang di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (17/2/2022).

Terdakwa diadili lantaran memiliki narkoba jenis sabu seberat 0,23 gram.

"Memohon Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama empat Tahun penjara dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata JPU dihadapan terdakwa didampingi Penasihat Hukum, Dino Huliselan dan Penny Tupan.

JPU menilai terdakwa bersalah melakukan tindak pidana "Penyalahgunaan Narkotika” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang-Undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang kami Dakwakan dalam Dakwaan kedua.

Baca juga: Propam Polda Maluku Sidak Polsek Jajaran, Temukan Anggota Pakai Seragam Tak Sesuai

Baca juga: Futsal Liga Angkatan Season I di Ambon, Alvin Tuasalamony Pulangkan Tim Fraternity 2009

JPU menyebut hal yang memberatkan tuntutan terdakwa yakni perbuatan terdakwa tidak mendukung Pemerintah dalam memberantas Narkotika, dan meresahkan masyarakat.

Sementara hal yang meringankan yakni Terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan di persidangan, menyesali perbuatannya, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Usai mendengarkan dakwaan, Ketua Majelis Hakim, Orpa Marthina menunda sidang hingga Rabu depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya dalam dakwaan JPU disebutkan, terdakwa tertangkap di depan Swalayan Empi, Jalan Dr. Kayadoe, Kudamati, Ambon, Senin (13/9/2021) lalu.

Penangkapan terdakwa berawal oleh informasi yang didapat oleh Satnarkoba Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease.

Saat penangkapan, terdakwa menyisipkan narkoba itu dalam bungkus rokok.

Terdakwa juga mengaku sabu tersebut dibeli dari Epok (Bukan identitas sebenanrnya dan masuk daftar pencarian orang) sebesar Rp 1,5 juta rupiah. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved