Breaking News:

Ricuh di Gunung Botak

Nekat Tambang Emas di Gunung Botak, Warga: Mau Kerja Apa Lagi?

Aktivitas penambangan liar di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, masih terus berlangsung.

Penulis: Andi Papalia | Editor: Salama Picalouhata
Andi Papalia
Sejumlah warga beraktivitas di lokasi tambang emas gunung botak, Dusun Wamsait, Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, Minggu (30/1/2022) 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Aktivitas penambangan liar di tambang emas Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, masih terus berlangsung.

Warga nekat tetap datang mendulang emas, meski aparat keamanan terus melakukan penertiban.

Diakui salah satu warga di sana, masalah ekonomi menjadi alasan maraknya Pertambangan Tanpa Izin (Peti) itu.

"Memang benar aktivitas itu sudah dilarang, tapi mau bagimana lagi. Mau kerja apa lagi?,"

"Karena kondisi pandemi dan tidak ada kerjaan lain, makanya kita bekerja di tambang," kata seorang warga, Mato saat diwawancarai TribunAmbon.com, di lokasi tambang, Minggu (30/1/2022).

Baca juga: Kasus Brimob Tembak Penambang Emas, Polda Maluku: Brigpol AB Sudah Ditahan dan Kini Diproses

Baca juga: Penambang Emas di Gunung Botak Tewas Ditembak Oknum Brimob Polda Maluku

Mato mengatakan, tambang emas itu, sudah beroperasi sekian lama dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Sekitar ratusan bahkan ribuan orang yang ada di atas untuk bekerja," ucapnya.

Dari hasil penambangan itulah lanjut Mato, masyarakat bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga biaya sekolah anak.

Diakui Mato, selama ini tambang sudah banyak memakan korban. Mulai dari korban meninggal hingga konflik yang timbul.

Jika dilakukan pembinaan kata Mato, kejadian-kejadian yang terjadi selama ini kemungkinan kecil terjadi.

Yang diharapkan masyarakat lanjut dia, bagaimana cara menambang dengan baik dan izin tambang bisa dikeluarkan supaya masyarakat leluasa bekerja.

"Kita berharap kalau bisa tambang ini dilegalkan, supaya kita masyarakat bisa kerja bebas, tanpa ada larangan, serta supaya tidak ada lagi kericuhan di lokasi tambang, dan kebutuhan ekonomi masyarakat terpenuhi," harap Mato. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved