Korupsi DPRD Ambon
Bantah Tutup Kasus Korupsi DPRD Ambon, Nale Sebut Masih Tahap Penyelidikan
Sejak pergantian tahun baru 2022, kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Sekretariat pada DPRD Kota Ambon seolah hilang tak ada kabar.
Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejak pergantian tahun baru 2022, kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Sekretariat pada DPRD Kota Ambon seolah hilang tak ada kabar.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Dian Frits Nalle membantah hal itu.
Katanya, kasus senilai Rp 5,3 Miliar itu masih dalam tahap penyelidikan dan sejumlah saksi akan diperiksa.
“Terhadap dugaan tipikor tahap penyelidikan kasus anggaran di DPRD Kota Ambon, saya tegaskan masih dalam proses penyeldidikan. Jadi tidak ada istilah seolah-olah kita tutup, tidak ada tutup-tutupi,” kata Nalle saat konferensi pers di Kejari Ambon, Belakang Soya, Jumat (14/1/2022) siang.
Lanjutnya, sejauh penyelidikan telah ditemukan adanya indikasi korupsi.
“Sehubungan dengan penangan perkara tersebut, sudah ditemukan adanya indikasi, nanti semua kita akan melakukan ekspose ke kejati Maluku,” jelasnya.
Baca juga: Gelar Pembaretan Petugas Lapas, Ini Pesan Kalapas Ambon
Baca juga: Baliho Jenderal Jeffry - Umasugi Beredar, Benhur; Mereka Tidak Percaya Diri dengan Kader Sendiri
Nalle merincikan, sejak awal penyelidikan, tim penyidik Kejari Ambon telah memeriksa sebanyak 38 Anggota DPRD Kota Ambon, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintah Kota Ambon sebanyak 40 orang dan 3 orang lainnya adalah pihak swasta.
“Hingga hari ini kita telah melakukan pemeriksaan terhadap DPRD Kota Ambon sebanyak 38 orang swasta 3 org, ASN 40 orang dan masih akan memeriksa panitia lelang. ini untuk meluruskan informasi dan data yang kita punya, sinkronkan dari keterangan saksi-saksi,” tambahnya.
Nalle menambahkan, akan melakukan ekspose bersama Kejaksaan Tinggi Maluku setelah mengumpulkan keterangan dan data yang akurat.
“Untuk selanjutnya kami akan mengumpulkan seluruh bahan keterangan dan data yang akurat sebelum kita mengambil sikap,” tandasnya.