Ambon Terkini

Kisah Bapak La Dini, Tetap Pikul Bakul Meski Sudah Masuk Usia Senja

Memiliki seorang istri dan empat anak tentu menjadi semangat tersendiri untuk La Dini, pria berusia 69 tahun yang bertahan hidup mengais rejeki di neg

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
Bapak La Dini (69), salah satu tukang pikul bakul di kawasan Pasar Mardika Ambon. 

Saat ditemui TribunAmbon.com di kawasan depan Hotel Wijaya II, Jalan Mardika III, La Dini tengah berdiri sembari menikmati sebatang rokok ditemani dua buah bakul bawaannya.

Pandangannya tertuju kepada orang-orang di pasar yang sementara berbelanja.

Berharap, ada orang yang mau menggunakan jasa La Dini untuk memikul barang belanjaan mereka.

Disela-sela itu, La Dini mengungkapkan keuntungan yang ia raup dari jasanya itu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Sekali pikul dibayar Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung banyak dan tidaknya muatan barang.

“Kadang kalau mereka mengerti, mereka bisa bayar Rp 50 ribu,” ungkap La Dani.

Jika dikalkulasikan, penghasilan per hari La Dini rata-rata Rp 80 ribu sampai 100 ribu.

Paling tinggi Rp 200 ribu, tapi didapat hanya sesekali.

Tatkala, La Dani juga sempat merasa sakit-sakitan setelah berpuluh tahun menjadi pemikul bakul.

“Kalau badan-badan sakit itu biasa dan mungkin karena sudah umuran. Saya juga pernah sakit parah tapi mau bagaimana lagi? Minum obat dan berharap secepatnya sembuh supaya bisa bekerja lagi,” ucapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved