Breaking News:

Ambon Terkini

Kisah Bapak La Dini, Tetap Pikul Bakul Meski Sudah Masuk Usia Senja

Memiliki seorang istri dan empat anak tentu menjadi semangat tersendiri untuk La Dini, pria berusia 69 tahun yang bertahan hidup mengais rejeki di neg

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
Bapak La Dini (69), salah satu tukang pikul bakul di kawasan Pasar Mardika Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Untuk bertahan hidup membutuhkan perjuangan dan kerja keras yang begitu tinggi.

Hal ini pula terkadang dilakukan tanpa mengenal usia.

Apalagi, berstatus sebagai kepala dalam satu keluarga, yang berarti tulang punggung keluarga.

Memiliki seorang istri dan empat anak tentu menjadi semangat tersendiri untuk La Dini, pria berusia 69 tahun yang bertahan hidup mengais rejeki di negeri orang.

Terlebih, istri dan anak-anaknya semua tinggal di kampung dan hanya menanti sedikit rejeki yang dikirim La Dani untuk mereka.

“Saya merantau disini, empat anak saya, dua perempuan, dua laki-laki semuanya tinggal disana. Kalau ada rejeki saya kumpul untuk kirim ke mereka,” kata La Dani.

AMBON: Pemikul bakul di Pasar Mardika, La Midi.
AMBON: Pemikul bakul di Pasar Mardika, La Midi. (TribunAmbon.com/Mesya)

Pria kelahiran Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara itu sehari-hari bekerja sebagai pemikul bakul di kawasan Pasar Mardika Ambon.

La Dini, merantau dari kampung halamannya ke kota berjuluk Manise ini sejak tahun 1990.

Sejak itu lah, ia memikul berkilo-kilo beratnya barang milik orang yang berbelanja di pasar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved