Breaking News:

Narkoba di Maluku

Divonis 5 Tahun Penjara Lantaran Simpan 21 Paket Tembakau Sintesis, Lekatompessy Ajukan Banding

Usai pembacaan putusan, Ketua Majelis Hakim, Andi Adha menanyakan tanggapan dari warga wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Gabriel Deangelo Lekatompessy (20), terdakwa penyalahgunaan narkotika di Kota Ambon ini tak puas atas putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon.

Usai pembacaan putusan, Ketua Majelis Hakim, Andi Adha menanyakan tanggapan dari warga wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu.

“Bagaimana terdakwa atas putusan majelis Hakim, pikir-piki atau banding?,” Tanya Hakim kepada terdakwa yang hadir secara virtual, Rabu (15/12/2021) sore.

Meski memiliki waktu selama tujuh hari setelah pembacaan putusan, terdakwa mengajukan banding.

“Banding Yang Mulia,” kata terdakwa.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Secretchill Pentury memutuskan untuk pikir-pikir.

Sebelumnya dalam persidangan itu, majelis hakim memutuskan menjatuhi pidana penjara selama 5 tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider satu bulan kurungan.

Baca juga: Dikira 1 Paket, Ternyata Ada 21 Paket Tembakau Sintetis di Rumahnya, Lekatompessy Divonis 5 Tahun

Baca juga: Gol Lumaela Bawa Hatunuku Menang Kontra PSHL di Soeratin Cup U-17 Rayon Maluku

Majelis Hakim menyatakan terdakwa telah melanggar Pasal 112 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

“Menyatakan terdakwa Gabriel Deangelo Frelisto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memiliki narkotika golongan I bukan tanaman,” ungkap Majelis Hakim.

Putusan itu ternyata lebih ringan dua tahun dari tuntutan JPU Kejaksaan Tinggi Maluku.

Pada persidangan sebelumnya, Selasa (7/12/2021), JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama tujuh tahun serta denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU menyebut, terdakwa Lekatompessy awalnya ditangkap oleh aparat Ditresnarkoba Polda Maluku dengan barang bukti satu paket narkotika didalam saku celananya di Jalan Diponegoro, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sekitar pukul 23.00 WIT.

Saat dilakukan interogasi, terdakwa akhirnya mengaku memiliki 19 paket lain dirumahnya dan 2 paket telah ia konsumsi.

Dengan rincian, dua paket tembakau sintetis dikemas dengan kertas nasi dan dimasukkan ke dalam plastic klem bening ukuran kecil, 18 paket tembakau sintetis dikemas dengan kertas nasi yang dimasukkan ke dalam bungkus rokok.

Serta satu paket tembakau sintetis yang dikemas menggunakan plastic klem bening dan dua bekas bungkusan tembakau sintetis bertuliskan torpedo monkeys yang dimasukkan ke dalam bungkusan rokok.

Terdakwa mengaku narkotika itu miliknya dan dipesan dari akun Instagram fantasistaff.id seharga Rp 700 ribu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved