Breaking News:

Sengketa Lahan Tawiri

Besok Pemkot Ambon Bertemu Lanud Pattimura, Louhenapesy Minta Warga Tenang

Wali Kota Ambon Richard Louhenepesy meminta warga Desa Tawiri tidak lagi memblokade jalan sebagai bentuk protes.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Alfin Risanto
Wali Kota Ambon rapat dengan pendapat dengan Warga Desa Tawiri Ambon terkait sengketa Lahan Dengan TNI AU. 

AMBON,TRIBUNAMBON.COM –  Wali Kota Ambon Richard Louhenepesy meminta warga Desa Tawiri tidak lagi memblokade jalan sebagai bentuk protes.

Menurutnya, warga harus mengutamakan jalur mediasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Saya sangat senang bisa mendengar langsung aspirasi para tokoh masyarakat Desa  Tawiri disini, saya harap denga masalah yang saat ini telah  menjadi tangungan Pemkot untuk menyelesaikannya,  warga harus tenang,” ucap Richard kepada Warga Tawiri di ruangan vlesinghen, rabu (24/11/2021).

Dia pun memastikan seluruh aspirasi warga akan diserap dan kemudian dicari solusi bersama.

Direncanakan, Kamis (25/11/2021) akan diagendakan rapat dengan Lanud Pattimura Ambon.

“Kamis besok kita akan agendakan rapat dan pihak Lanud Pattimura Ambon untuk mendengar pendapatnya lagi sebelum dilakukanya langkah lebih lanjut terkait masalah ini ini,” terangnya.

Dalam pertemuan dengan puluhan warga di balai kota itu, Richard pun  menghimbau warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Baca juga: Mengadu ke Wali Kota Ambon, Warga Mengaku Diintimidasi Oknum TNI AU

Baca juga: Psikolog Minta Kasus Pornografi Selebgram Ambon Diusut Tuntas

“Tidur saja seperti bisa jangan karena rekomendasi DPRD Kota Ambon yang di pasang sudah tidak ada lagi, membuat warga resah, saya sebagai Wali Kota Jamin Aman dan Masalah ini saya akan tangani,” tandasnya.

Diberitakan, ratusan warga Negeri (Desa) Tawiri membolkade jalan utama menuju Bandara Internasional Pattimura Ambon.

Tampak material kayu dan batu dibentangkan di jl dr Leimena, tepat di pertigaan masuk desa Tawiri.

Warga pun menduduki badan jalan hingga akses utama itu putus.

Alhasil, kemacetan tidak terhindarkan, puluhan kendaraan roda dua dan empat tampak terparkir.

Baik yang akan menuju bandara maupun arah ke pusat kota.

Aksi berlangsung sejak pukul 08.40 Hingga 10.30 WIT, Rabu (24/11/2021).

Saat ini situasi pada kawasan tersebut sudah berangsur normal, warga telah membersihkan blokade yang sebelumnya dipasang.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved