Ambon Hari Ini
Latih 100 personel Brimob Tangani Kerusuhan, Kapolda Maluku: Utamakan Profesionalisme dan Humanis
Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto yang turun ke lapangan memberikan arahan.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Ratusan personel Satuan Brimob Polda Maluku mengikuti pelatihan Penanganan Huru Hara (PHH) di Lapangan Mapolda Maluku.
- Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi bereskalasi tinggi, terutama pengendalian massa yang berpotensi ricuh.
- Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto yang turun ke lapangan memberikan arahan kepada para personel.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ratusan personel Satuan Brimob Polda Maluku mengikuti pelatihan Penanganan Huru Hara (PHH) di Lapangan Mapolda Maluku.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi situasi bereskalasi tinggi, terutama pengendalian massa yang berpotensi ricuh.
Pelatihan tersebut mendapat perhatian langsung dari Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto yang turun ke lapangan memberikan arahan kepada para personel.
Dalam penekanannya, Kapolda menegaskan bahwa setiap tindakan kepolisian harus berlandaskan hukum, profesional, dan mengedepankan pendekatan humanis.
“Polri adalah civilian police. Setiap tindakan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima TribunAmbon.com, Sabtu (18/4/2026).
Baca juga: Kejati Maluku Bongkar Skandal IUP Batu Gamping SBB, Gubernur: Harus Transparan dan Akuntabel
Baca juga: Menteri Bahlil Beri Deadline 1 Minggu ke SKK Migas Selesaikan Gaji 94 Karyawan PT Karlez
Menurutnya, Satuan Brimob sebagai garda terdepan dalam penanganan kejahatan berintensitas tinggi dituntut mampu bertindak tegas, namun tetap proporsional.
Penggunaan kekuatan di lapangan, kata dia, harus disesuaikan dengan tingkat ancaman dan tidak boleh melampaui batas yang diatur dalam ketentuan hukum.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman personel dalam membedakan tindakan tegas yang terukur dengan kekerasan yang melanggar prosedur.
Hal ini dinilai krusial agar setiap operasi pengendalian massa tetap berada dalam koridor hukum dan menghormati hak asasi manusia.
Sebagai bagian dari upaya transparansi, setiap personel kini dibekali body camera.
Perangkat ini diharapkan mampu merekam seluruh aktivitas di lapangan sehingga meningkatkan akuntabilitas serta mencegah potensi penyimpangan.
Pelatihan PHH ini turut didukung oleh empat instruktur internal Brimob yang memberikan materi teknis kepada peserta, mulai dari formasi pengendalian massa hingga simulasi penanganan kerusuhan.
Tantangan: Tegas Tanpa Represif
Di tengah dinamika keamanan saat ini, tantangan utama aparat bukan hanya pada kesiapan teknis, tetapi juga menjaga keseimbangan antara ketegasan dan penghormatan terhadap hak sipil masyarakat.
| Terungkap Motif Mahasiswa Unpatti Lompat dari JMP Ambon, Dipicu Masalah Keluarga dan Tekanan Mental |
|
|---|
| Pembangunan Pastori I GPM Imanuel Karang Panjang Dimulai, Dorong Penguatan Pelayanan Jemaat |
|
|---|
| Polsek KPYS Sita 150 Liter Sopi dari KM Cantika Lestari 77B di Pelabuhan Slamet Riyadi Ambon |
|
|---|
| Mahasiswa Unpatti Lompat dari Jembatan Merah Putih Ambon, Ini Alasan Korban Selamat |
|
|---|
| GPM Klasis Pulau Ambon Kumpulkan 3 Ton Sampah Plastik, Libatkan Jemaat hingga Anak Sekolah Minggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pasukan-huru-hara.jpg)