Breaking News:

Ambon New Port

Tim Pembebasan Lahan Ambon New Port Dinilai Tak Transparan

Sejauh ini kinerja tim di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku dalam pembangunan Ambon New Port tidak dilakukan secara transparan terhadap m

TribunAmbon.com/Mesya
MALUKU - Gubernur Maluku, Murad Ismail akan membentuk panitia pembebasan lahan untuk pembangunan Ambon New Port di kawasan perbatasan Desa Waai dan Liang, Jumat (5/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Peletakan batu pertama pembangunan Ambon New Port di Desa Waii, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah rencananya dilaksanakan pada November 2021 mendatang.

Namun, nyatanya dua minggu jelang rencana tersebut, pembebasan lahan tak kunjung selesai.

Hingga kini, pemerintah juga belum ganti rugi lahan milik masyarakat Negeri Waai.

Imanuel Risto Masela, salah satu kuasa hukum tiga dusun di Negeri Waai meminta Gubernur Maluku, Murad Ismail untuk bisa berpihak kepada masyarakat terdampak pembangunan Ambon New Port.

“Gubernur harus hadir dengan memberikan satu statement tegas yang berpihak kepada masyarakat di Dusun Ujung Batu, Batu Naga dan Batu Dua selaku masyarakat terdampak pembangunan Ambon New Port,” kata Imanuel saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Minggu (10/10/2021) siang.

Baca juga: Masyarakat Waai Tak Setuju Jika Ganti Rugi Lahan Ambon New Port Rp 50 Ribu Per Meter

Baca juga: Pembangunan New Ambon Port dan LIN, Wakil Rakyat; Bisa Jadi Berkah atau Malah Musibah

Menurutnya, sejauh ini kinerja tim di bawah naungan Pemerintah Daerah (Pemda) Maluku dalam pembangunan Ambon New Port tidak dilakukan secara transparan terhadap masyarakat.

“Karena proses ini tidak lagi transparan. Mereka berhubungan langsung dengan bapak raja dan Pemerintah Negeri Waai bukan dengan masyarakat tiga dusun yang terdampak,” ungkapnya.

Ia menerangkan, jika ada keberpihakan dari Gubernur Maluku melalui pernyataan tegas yang ia keluarkan, otomatis kinerja tim di lapangan pastinya akan membaik.

“Kalau Pak Gubernur sudah memberikan statement tegas dalam keberpihakannya terhadap masyarakat, broker-broker ini akan hilang semuanya,” tutur Imanuel.

Imanuel melanjutkan, dengan kinerja tim semacam ini otomatis mereka juga turut merusak citra Gubernur Maluku, Murad Ismail.

“Sehingga wajar kalau Murad bilang soal lahan sudah tidak ada masalah karena kerja tim dibawah ini yang kurang ajar. Kerja tim dibawah ini tanpa sadar sudah merusak citra pimpinannya,” tandas Imanuel.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved