Breaking News:

Ambon Hari Ini

Persoalkan Dana Kegiatan Rp. 4 Juta, Mahasiswa Fisip Unpati Demo hingga Bakar Ban

Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) persoalkan dana kegiatan Rp. 4 juta.

Ode Dedy Azis
Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) lakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Fisip Unpatti, di Jl. Ir. M. Putuhena, Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (30/9/2021) pagi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) persoalkan dana kegiatan Rp. 4 juta.

Mereka melakukan aksi protes di depan gedung Fisip Unpatti, Jalan Ir. M. Putuhena, Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (30/9/2021) pagi.

Dana untuk kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 62 Fisip Unpatti itu, dinilai tak transparan.

Baca juga: Warga Kota Ambon Boleh Tunjukkan Kartu Vaksin, Kalau Tak Punya Aplikasi Peduli Lindungi

Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, puluhan mahasiswa berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya dengan menggunakan pengeras suara.

Aksi bakar ban saat Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) lakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Fisip Unpatti, di Jl. Ir. M. Putuhena, Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (30/9/2021) pagi.
Aksi bakar ban saat Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip) Universitas Pattimura (Unpatti) lakukan aksi unjuk rasa di depan gedung Fisip Unpatti, di Jl. Ir. M. Putuhena, Teluk Ambon, Kota Ambon, Kamis (30/9/2021) pagi. (Ode Dedy Azis)

Satu persatu orator secara bergantian menyampaikan apa yang menjadi tuntutannya.

Mereka bahkan membakar ban bekas hingga asapnya masuk ke koridor-koridor fakultas kuning tersebut.

"Kami demo karena tidak ada transparansi anggaran Dies Natalies 62 tahun Fisip Unpatti," ujar Koordinator aksi, Ayub Rumakefing (22).

Baca juga: Siapapun yang Lihat Naruto, Tolong Laporkan ke Basarnas Ambon

Ia menjelaskan, anggaran yang dijanjikan pihak fakultas yakni sebesar Rp. 4 Juta, namun pada pencairannya, dana yang terkucur hanya sebesar Rp. 2 juta.

"Awalnya mereka bilang anggaran Rp. 4 Juta, tapi waktu pencairan, malah cuma 2 juta, ketika ditanyai, katanya dipotong pajak, lalu kami minta rinciannya, mereka tidak bisa memberikannya," ucapnya.

Mereka menuntut agar oknum yang diduga melakukan penggelapan dana tersebut segera mengeluarkan surat pernyataan dan permintaan maaf.

"Kami meminta oknum yang bersangkutan untuk segera meminta maaf dan membuat surat pernyataan, kalau tidak silahkan dipecat dengan tidak hormat," tandasnya.

Aksi tersebut direspon langsung oleh pihak fakultas dengan menemui massa aksi untuk menggelar audiensi terkait permasalahan tersebut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved