Breaking News:

Kasus Narkoba

Dapat Bocoran dari Informan, Saksi Tangkap Ronny Sianressy di Indekos

Sidang virtual itu menghadirkan satu orang saksi yaitu personil Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Vikri Nurlete.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus penyalahgunaan narkotika Politisi partai Golkar, Ronny Sianressy kembali digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (13/9/2021) sore.

Sidang virtual itu menghadirkan satu orang saksi yaitu personil Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Vikri Nurlete.

Dalam keterangannya dihadapan Ketua Majelis Hakim, Felix Wuisan, saksi menyebutkan mendapatkan informasi dari seorang informan dan melakukan pengecekan di indekos kawasan Waringin, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

"Dapat informasi dari informan terdakwa memiliki sabu yang mulia," kata saksi saat persidangan.

Saksi kemudian melakukan pengamanan terhadap terdakwa di kamar kos.

Saat penangkapan, saksi menemukan satu paket kecil narkoba jenis sabu dan bong.

Meski demikian, saksi menjelaskan tak mengetahui siapa pemilik kamar kos, pasalnya terdakwa memiliki rumah pribadi.

Baca juga: Pekan Ini Kejati Limpahkan Berkas Dakwaan Tersangka Kasus Korupsi Taman Kota KKT-Maluku

Baca juga: Kejari Buru Tetapkan Tiga Orang Sebagai Tersangka Kasus Timbunan Fiktif di RSUD Namrole

"Terdakwa ditahan dikos-kosan, tidak sempat menulsuri dan tidak sempat tanya," sebut saksi.

Usai mendengar keterangan saksi, Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda yang sama.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap petugas Satres Narkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, sekitar pukul 23.00 WIT, Kamis (24/6/2021).

Terdakwa diciduk dari kamar kos di Waringin, Batu Gantong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dan langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Rony yang merupakan salah satu Kuasa Hukum Partai Golkar ini ditangkap bersama barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dan Sabu 1 Alat hisap sabu atau bong.

Barang haram tersebut ditemukan di dalam kantong plastik bening berukuran kecil.

Jaksa Penuntut Umum akhirnya mendakwa terdakwa melanggar Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved