Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Beta Pung Ana

"Ale seng bisa kas' talapas dia dari dia pung orangtua barana" (=anda tidak bisa melepaskannya dari orangtua yang melahirkannya).

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Anak-anak bersama Ibunya 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Kalu beta pung tuh, ale mau biking apa akang lai, beta tetap kanal" (=bila sesuatu itu milikku, apapun yang anda lakukan atasnya, tetap kukenali). "Itu par barang, apalai ana" (=itu untuk barang, apalagi anak).

"Ale seng bisa kas' talapas dia dari dia pung orangtua barana" (=anda tidak bisa melepaskannya dari orangtua yang melahirkannya).

Setiap orang tua "kanal dia ana luar dalang" (=mengenal anaknya secara sempurna). "Dalang galap, seng ujud jua, suara sa beta kanal" (=dalam kegelapan, walau tanpa wujud, suaranya aku kenal).

"Se mau basaleng dia macang ana popi lai, beta pung tuh beta kanal te" (=anda mau mendandaninya seperti boneka, karena milikku tetap kukenal).

"Jadi mau apa lai, se seng bisa kas' talapas ana dari dia mama" (=jadi mau dengan cara apa pun, anda tidak bisa melepaskan anak dari mamanya).

"Orangtotua bilang anjing kanal akang tuang" (=orang tua mengistilahkan anjing mengenal tuannya).

Baca juga: Kuti Kata; Wakar

Baca juga: Kuti Kata; Berkat Samonti

Ini ungkapan untuk menggambarkan seorang anak mengenal siapa orangtuanya. Malah "papa deng mama pung ade kaka lai" (=saudara dari papa dan mama juga). "Ana tuh malakat di dia mama" (=anak itu melekat pada ibunya).

"Beta pung ana" (=anakku). Ini ungkapan yang menunjuk pada "ana kandong" (=anak kandung).

Ini pernyataan setiap mama. Bahwa anak itu terlahir "dari beta pung poro" (=dari kandungan mamanya). "Bagantong di beta pung susu" (=bergantung pada buah dadaku). "Basar deng beta aer susu" (=bertumbuh dengan air susuku).

Ungkapan-ungkapan yang menunjuk pada ikatan biologis anak dengan mamanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved