Breaking News:

Kasus narkoba di Maluku

Kedapatan Ambil Paket Narkoba di Asrama Haji Waiheru-Ambon, Julianto Didakwa Pasal Berlapis

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan terdakwa Julianto telah memesan tembakau sintetis sebanyak tiga kali untuk konsumsi sendiri.

TribunAmbon.com
Ilustrasi Penyalahgunaan Narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Alsitra Tri Julianto (25) didakwa pasal berlapis lantaran tertangkap basah memiliki narkoba jenis tembakau sintesis.

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Buru; Berhasil Dikendalikan, Akumulasi Positif 352 Kasus, 295 Sembuh

Baca juga: Belum Hilang Covid-19, WHO Peringatkan Adanya Virus Marburg, Disebut Berbahaya hingga Ini Gejalanya

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat satu dan pasal 112 ayat satu undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” kata JPU Ester Wattimury saat sidang virtual di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (12/8/2021).

Dalam dakwaannya, JPU menyebutkan terdakwa Julianto telah memesan tembakau sintetis sebanyak tiga kali untuk konsumsi sendiri.

“Terdakwa sudah tiga kali melakukan pemesanan tembakau sintetis untuk terdakwa konsumsi sendiri,” lanjut JPU dihadapan terdakwa yang didampingi Penasihat hukumnya, Penny Tupan dan Ketua Majelis Hakim, Hamzah Kailul.

Terdakwa sebelumnya ditangkap setelah menerima paket di daerah Jalan Napu depan Asrama Haji Perumahan BTN Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Selasa (13/4/2021) lalu.

Penangkapan atas terdakwa dilakukan setelah anggota Polisi dari Ditresnarkoba Polda Maluku mendapatkan informasi itu.

“Selang 15 menit kemudian anggota kepolisian langsung masuk ke dalam rumah dan menanyakan perihal paket kiriman yang baru saja terdakwa terima dan diakui oleh terdakwa bawa paket tersebut berisi narkotika jenis tembakau sintetis,” tambah JPU.

Terdakwa mengakui narkotika jenis tembakau sintetis itu didapat dengan cara memesan melalui akun Instagram dengan nama tobacco.id dengan harga Rp 850 ribu dengan berat netto 9,325 gram.

Usai mendengar dakwaan JPU, majelis hakim menunda persidangan dengan agenda keterangan saksi pada pekan depan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved