Breaking News:

Relokasi Pasar Mardika

Pasar Mardika Rencananya Dipercantik, Saat Direlokasi, Pedagang Enggan Pindah ke Pasar Apung

Proyek revitalisasi Pasar Mardika Kota Ambon, segera dimulai. Sebagian pedagang pun sudah direlokasi.

Adjeng Hatalea
Sejumlah pedagang di sekitar Gedung Putih Pasar Mardika menyelamatkan material sisa bangunan lapak yang masih layak digunakan, Kamis (24/6/2021) pukul 08.00 WIT. 

Dipenuhi Sampah

Sejumlah sampah juga masih berserakan di bibir Pantai Mardika yang di atasnya berdiri Pasar Apung sebagai tempat berjualan pedagang.

Sampah yang menghiasi sepanjang bibir pantai itu membuat kondisi pasar apung terlihat tidak steril dan kurang nyaman dilewati.

Menurut sebagian pedagang yang menempati pasar tersebut, sampah kebanyakan berasal akibat sapuan air laut.

"Mungkin sampah dari laut, terbawa kesini," kata Ahmad kepada TribunAmbon.com, Jum'at (30/7/2021).

Dia bersama beberapa pedagang lainnya menyesalkan karena tidak ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk menyelesaikan masalah ini.

Sampah-sampah tersebut menurutnya sangat menggangu dan bisa menimbulkan berbagai penyakit bagi pedagang maupun pembeli.

"Terlalu banyak masalah di tempat baru ini," ungkapnya

Lanjutnya, semenjak pindah ke sana dia mendapatkan banyak masalah mulai dari lapak yang kecil, kawasan kotor hingga tidak adanya aliran listrik.

Berbagai macam kendala tersebut membuat hingga saat ini para pedagang belum bisa mulai menjajakkan barang dagangannya.

Dia menyebut pemerintah tidak perduli dengan nasib mereka dan hanya mementingkan urusan yang lain.

Pasalnya, jarang sekali pihak pemerintah datang melihat keadaan pedagang disana semenjak mereka pindah bulan Juni lalu.

Sebelumnya, para pedagang ini berjualan di gedung putih Mardika, namun karena alasan revitalisasi mereka akhirnya direlokasi ke pasar apung.

Ditempat barunya, mereka diwajibkan membayar sejumlah uang yakni dari Rp 2 juta hingga Rp 4 juta untuk biaya sewa lapak yang dinilai tidak layak karena kotor dan kecil.

Diketahui, terdapat 336 pedagang eks gedung putih yang memilih pindah ke pasar apung setelah pembongkaran yang dilakukan hampir sebulan lalu.

Tetapi karena kondisi tempat yang tidak layak, hampir keseluruhan pedagang harus merogoh kocek lebih besar lagi untuk biaya renovasi.

Sebagian yang lain enggan pindah ke Pasar Apung lantran keadaan pasar tersebut.

Bertahan di Pasar Mardika

Pedagang diminta untuk segera mengosongkan lokasi bekas Gedung Putih menjelang pengumuman pemenang tender revitalisasi.

Saat ini masih terdapat sejumlah pedagang yang berjualan disekitar reruntuhan pembongkaran gedung putih Mardika.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon, Jhon Slarmanat, pembangunan akan segera dimulai.

"Pedagang harap kosongkan tempat itu, pembangunan akan dimulai," kata Slarmanat kepada TribunAmbon.com melalui sambungan telepon, Jum'at (30/7/2021).

Dia berharap, para pedagang yang menjajakan dagangan dengan payung seadanya itu tidak membuat kios darurat lagi.

Selain itu, para pedagang juga diminta untuk segera pindah ke tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah.

Pasalnya dalam sebulan terakhir, sejumlah pedagang lebih memilih menjual dagangannya di lokasi tersebut karena Pasar Apung masih sepi pengunjung.

"Prosedurnya kita selesaikan dulu baru diumumkan," ungkapnya

Menurutnya, ada beberapa prosedur yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum mengumumkan pemenang tender.

Namun, pihaknya berencana akan mengumumkan pemenang tersebut dipertengahan bulan Agustus mendatang.

Diketahui, pemenang tender proyek revitalisasi tersebut akan melakukan perombakan dengan membangun gedung putih menjadi pasar modern berlantai empat untuk ditempati kembali oleh para pedagang. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved