Breaking News:

PPKM di Ambon

Dilema PPKM di Ambon, Musisi Lokal Menjerit Tak Ada Panggung

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Ambon berimbas bagi musisi lokal.

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Salama Picalouhata
Ode Dedy Azis
Musisi HipHop lokal Maluku, Mic-L. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Ambon berimbas bagi musisi lokal.

Mereka kesulitan mendapatkan penghasilan dari bernyanyi di kafe.

Hal itu terjadi lantaran banyak kafe yang dibatasi jam operasionalnya, serta dilarang berkerumun untuk mengadakan acara-acara seperti musik atau sejenisnya.

Seorang musisi Hip-hop lokal, Mic-L menyampaikan keluhannya terhadap kebijakan PPKM yang sedang berlangsung di Kota Ambon.

“Adanya PPKM, membuat eksistensi para pelaku musik khususnya hip-hop perlahan menurun,” Ujar Mic-L kepada TribunAmbon.com, Sabtu (17/7/2021) sore.

Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 Meningkat, Ombudsman Maluku Ingatkan Pemkot Terkait Krisis Lahan Pemakaman

Mic-L menyayangkan tidak adanya solusi bagi pelaku bisnis, maupun musisi agar tetap bisa bertahan ditengah PPKM yang sedang berlangsung.

Dia berujar, sebagian besar musisi di Kota Ambon hanya bisa melakukan aktivitas musik secara virtual di media sosial.

“Saat ini, sebagian besar musisi berkarya secara virtual entah dari streaming YouTube dan lain sebagainya,” kata dia.

Mic-L menyebut, dengan adanya pemberlakuan PPKM ruang gerak musisi pun dibatasi.

“Mau buat video klip jadi tidak bisa karena dilarang untuk berkumpul. Kemudian jika mau keluar kota pun harus mengeluarkan biaya untuk standar kebijakan yang berlaku,” ujarnya.

Dia pun berharap PPKM yang sedang berlangsung di Kota Ambon cepat berlalu agar musisi dapat melakukan aktivitasnya kembali. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved