Rabu, 6 Mei 2026

Virus Corona

12 Komorbid yang Dilarang Vaksinasi Covid-19, dari Gejala ISPA hingga Penyakit Kanker

12 Komorbid yang Dilarang Vaksinasi Covid-19, dari Gejala ISPA hingga Penyakit Kanker

Tayang:
Editor: Citra Anastasia
Foto Nikkei
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

"Saya sudah sering mendapat laporan, orang yang punya penyakit terus suntik vaksin, ujung-ujungnya masuk ICU. Ini karena kesalahan. Makanya ilmunya itu harus digali nian. Saya kan ahlinya, jangan cuma kata WHO," ujarnya.

Tak hanya itu, Prof Yuwono menjelaskan, kalau ajal itu sudah diatur dalam Alquran jangan terlalu disangkutpautkan dengan covid-19.

"Meninggal karena covid kalau menurut akal itu masuk akal. Kalau menurut hati coba buka AlQuran. Kalau sudah datang ajal, maka tidak bisa maju tidak bisa mundur. Jadi meninggal karena ajal. Buktinya ada yang meninggal dalam keadaan sehat," ujarnya.

Prof Yuwono juga menambahkan, bawah pandemi bisa diakhiri dengan vaksin.

Baca juga: Vaksin Sinovac Kurang Efektif Lawan Covid-19 Varian Gamma di Brasil

Vaksin disuntikan agar terbentuk antibodi dan antibodi akan terbentuk sempurna setelah 3 bulan dari penyuntikan pertama.

Setelah terbentuk antibodi, maka kemungkinan terinfeksi dibawah 2 persen, artinya sangat kecil.

Tetapi dalam 3 bulan tetap harus berhati-hati.

Ilustrasi vaksin Covid-19.
Ilustrasi vaksin Covid-19. (europeanpharmaceuticalreview.com)

Dipaparkan Yuwono bahwa, vaksin bila telah mencapai minimal 40% dari target maka akan terbentuk herd immunity atau imunitas kelompok, yang akan melindungi yang lainnya.

Di Indonesia, saat ini jumlah yang sudah tervaksin adalah 24 juta, sedangkan target untuk 40 persen adalah 100 juta orang.

Oleh sebab itu, melalui program Serbuan 1 Juta Vaksin, diharapkan 75 hari dari sekarang kita akan sampai pada kondisi herd immunity, dan itu adalah tujuan besar kita semua.

Oleh sebab itu, Prof Yuwono mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan imunitas dengan cukup makan, cukup gerak, dan pikiran yang positif.

Apalagi saat ini, Virus Corona kian banyak variannya, kini sudah ada varian delta.

Baca juga: Puluhan Sertifikat Vaksin Palsu Beredar di Ibu Kota Rusia, Polisi Gelar Penyelidikan

Bahkan virus corona varian delta ini sudah ada di Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Covid-19 varian delta itu adalah varian dimana ada perubahan pada protein spike atau protein s, protein yang ada di permukaan virus.

"Sampai sejauh ini varian Covid-19 hanya lebih muda menular atau menginfeksi, tapi tidak bertambah soal keganasannya," jelasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved