Kamis, 16 April 2026

Global

Vaksin Sinovac Kurang Efektif Lawan Covid-19 Varian Gamma di Brasil

Covid-19 varian Gamma sendiri kemungkinan dapat menginfeksi ulang orang yang sebelumnya pernah terpapar.

Editor: Adjeng Hatalea
(AFP/NOEL CELIS)
Calon vaksin corona Covid-19 buatan Sinovac Biotech dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) di Beijing, Minggu (6/9/2020). 

BRASILIA, TRIBUNAMBON.COM - Vaksin Sinovac atau CoronaVac yang diandalkan Brasil dalam melawan wabah Covid-19, kurang efektif melawan varian Gamma yang pertama kali terdeteksi di sana.

Dalam studi kecil, para peneliti di Universitas Campinas Brasil menerangkan, antibodi yang dihasilkan oleh vaksin Sinovac bekerja kurang baik melawan varian Gamma, dibandingkan jenis virus corona sebelumnya.

Covid-19 varian Gamma sendiri kemungkinan dapat menginfeksi ulang orang yang sebelumnya pernah terpapar.

Para peneliti menambahkan, kemampuan virus corona varian Gamma untuk menghindari respons sistem kekebalan, menunjukkan virus dapat beredar pada individu yang sudah divaksin, bahkan di daerah dengan tingkat vaksinasi tinggi, dikutip dari AFP.

Penelitian dilakukan dengan memasukkan varian Gamma dan jenis virus corona sebelumnya ke antibodi dalam plasma darah, dari 53 orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19 dan 21 orang yang sebelumnya pernah terinfeksi.

Baca juga: Puluhan Sertifikat Vaksin Palsu Beredar di Ibu Kota Rusia, Polisi Gelar Penyelidikan

Dari 53 orang di kelompok vaksinasi, 18 orang baru disuntik satu dosis, 20 orang sudah diinjeksi dua dosis, dan 15 lainnya divaksinasi dalam uji klinis Sinovac pada Agustus 2020.

Hasilnya ditemukan bahwa varian Gamma mampu lolos dari antibodi hampir semua peserta yang baru disuntik satu dosis, serta mereka yang divaksinasi pada 2020.

Sementara itu antibodi dari orang-orang yang baru divaksinasi tidak seefektif dibandingkan melawan varian virus corona sebelumnya.

Studi yang dipublikasikan di The Lancet Microbe ini juga menemukan, antibodi yang dihasilkan oleh infeksi sebelumnya harus sembilan kali lebih tinggi untuk mencegah infeksi Gamma.

Baca juga: UPDATE 9 Juli: Tidak Ada Pasien Sembuh, 210 Orang Kembali Terpapar Covid-19 di Maluku

Para penulis mengatakan, hasil itu berarti orang yang sembuh dari Covid-19 dapat terinfeksi kembali.

Namun mereka berkata, karena uji klinis menunjukkan vaksin Sinovac efektif dalam mencegah penyakit parah dan kematian, bisa jadi respon imunnya lebih kompleks.

Vaksin Sinovac disetujui oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk penggunaan darurat pada Juni 2021.

Saat itu WHO mengatakan, vaksin Sinovac memiliki kemanjuran 51 persen terhadap Covid-19 bergejala dan 100 persen mencegah rawat inap.

Namun hasil dari uji coba fase 3 CoronaVac di Turki yang tidak melibatkan varian baru, menemukan bahwa dua dosis vaksin Sinovac memiliki kemanjuran 83,5 persen perlindungan terhadap infeksi bergejala.

Uji coba di Turki juga menemukan bahwa vaksin Sinovac 100 persen efektif mencegah rawat inap.

Penelitian ini melibatkan 6.559 peserta yang menerima vaksin, dan 3.470 yang diberi plasebo.

Semua sampel adalah orang dewasa berusia antara 18-59 tahun, dan diberi dua dosis dengan jarak 14 hari.

(Kompas.com / Aditya Jaya Iswara) 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved