Breaking News:

Korupsi Bank Maluku

Kasus Korupsi Repo Obligasi Bank Maluku, Rollobessy-Thenu Dinyatakan Tak Bersalah Dakwaan Primer

Dua terdakwa yakni Mantan Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Idris Rollobessy dan Mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Sidang kasus dugaan korupsi repo obligasi Bank Maluku di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (8/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Persidangan kasus dugaan korupsi Reverse Repo obligasi Bank Maluku telah sampai dipenghujung sidang, Kamis (8/7/2021) sore.

Dua terdakwa yakni Mantan Direktur Utama Bank Maluku-Malut, Idris Rollobessy dan Mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, Izaak Thenu dinyatakan tidak bersalah atas dakwaan primair Pasal 2 UU Tindak Pidana Korupsi.

"Majelis Hakim memutuskan mengadili kedua terdakwa tidak terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan primeir," kata Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (8/7/2021) sore.

Hakim menilai kedua terdakwa tidak bisa diadili dengan pasal tersebut.

Hakim menimbang terdakwa Idris hanya melanjutkan proses transaski repo obligasi kepada PT AAA Securitas dan terdakwaa Thenu melakukan penandatangan memorandum untuk kepentingan bisnis Bank dari hasil rapat bersama dan seluruh transaksi repo masuk pada PT AAA Securitas.

Disebutkan juga, terdakwa pernah berinisiatif bersama melaporkan tindakan AAA Securitas ke Mabes Polri.

Baca juga: Disperindag Maluku Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Jelang Idul Adha

Baca juga: Masih Trauma, Warga Dusun Mahu dan Saunulu Maluku Tengah Enggan Pulang ke Rumah

Hakim mengatakan kesalahan juga berada pada PT AAA Securitas yang dipimpin Andre Rukminto (bukan tersangka).

Meski demikan, Hakim tetap memutuskan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi subsider dan harus menjalani pidana penjara masing-masing selama enam tahun.

Juga membayar denda sebesar Rp 300 juta rupiah subsider tiga bulan kurungan.

“Memutuskan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam dakwaan subsider dan dihukum dengan pidana kurungan selama 6 tahun dan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider 3 bulan,” kata Majelis Hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Idris Rolobessy selama 18,6 tahun penjara.

Juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 229 Miliar subsider 4 tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan, terdakwa Izaak dituntut 10 tahun penjara dengan uang pengganti jauh lebih kecil sebanyak Rp 9.082.000.000.

Kedua terdakwa juga dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved