Update Corona Maluku

UPDATE 5 Juli: Sebaran Covid-19 di Maluku Meningkat 998 Kasus dalam Sepekan

Satgas Penanganan Covid-19 Maluku mencatat, dalam sepekan terakhir, terdapat sebanyak 998 orang terpapar virus corona.

Penulis: Adjeng Hatalea | Editor: Salama Picalouhata
Courtesy / Humas Pemda Maluku
AMBON: Proses pemakaman jenazah M di TPU Hunuth, Desa Hunuth, Teluk Ambon, Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Adjeng Hatalea

TRIBUNAMBON.COM – Penyebaran Covid-19 di daerah Maluku terus meningkat setiap harinya.

Satgas Penanganan Covid-19 Maluku mencatat, dalam sepekan terakhir, terdapat sebanyak 998 orang terpapar virus corona.

Paling sedikit kasus baru terkonfirmasi corona pada 3 Juli 2021 dengan satu kasus saja.

Sementara kasus baru terbanyak muncul pada 4 Juli 2021 dengan 287 kasus.

Sebaran kasus ini dominan berada di Kota Ambon.

Di mana dari total kasus aktif di Maluku, yakni 1.465, 862 di antaranya berada di Kota Ambon.

Baca juga: UPDATE 5 Juli: Lagi, 278 Orang Terpapar Covid-19 di Maluku, 3 di Antaranya Meninggal Dunia

Baca juga: Aturan Baru: Keluar Masuk Kota Ambon Wajib Punya Sertifikat Vaksin dan Hasil Swab Tes

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Maluku, Adonia Rerung menyebutkan, penambahan kasus baru itu diduga diakibatkan oleh mobilitas masyarakat yang masuk-keluar zona merah di Indonesia.

“Saya menduga begini, mobilitas orang dari Jakarta, dari zona merah. Contohnya, ada tim dari RSUD yang berangkat ke Bekasi pas pulang tertular,” ucap Adonia kepada TribunAmbon.com saat dihubungi melalui telpon seluler.

Menurutnya, sejumlah pasien masih enggan dan takut untuk melakukan pemeriksaan Swab PCR.

Dia menuturkan, beberapa pasien yang ditemui kehilangan penciuman.

Namun, saat direkomendasikan untuk melakukan Swab PCR, pasien kebanyakan menolak dengan dalih takut dan sebagainya.

Selain itu, tambah dia, kelonggaran pergerakan masyarakat juga disebut menjadi salah satu alasan lonjakan kasus di Maluku.

“Tidak dapat dipungkiri juga bahwa ada kelonggaran, misalnya di runmah-rumah makan yang menumpuk, belanja di pasar dan swalayan, orang kawinan, aktivitas ibadah. Jadi sekarang baru kembali perketat setelah tren naik ini,” ujar dia.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Penerbangan dari Bandara Pattimura Menuju Jawa - Bali Wajib Lampirkan Surat Vaksin

Baca juga: Anak dan Remaja Kota Ambon Akan Disuntik Vaksin Langsung di Sekolah

Adonia memprediksi, trend lonjakan kasus positif terpapar virus corona ini masih terus meningkat beberapa pekan ke depan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved