Dosen Aniaya Mahasiswa
Anak Terduga Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Unpatti Adalah Teman Dekat Korban, Sering Curhat
Selama 6 bulan itu, GR sudah sering menceritakan keresahannya terkait permasalahan yang dialaminya kepada FR.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Mahasiswi korban dugaan penganiayaan oleh oknum dosen Fisip Unpatti, Olivia Rumlus adalah teman dekat, mereka baru 6 bulan bersahabat.
“Saya baru mengenal GR tidak lebih dari 6 bulan,” kata F (19) saat ditemui TribunAmbon.com di Kediamannya, Kawasan Poka, Teluk Ambon, Kota Ambon. Selasa (29/6/2021) siang.
Lanjutnya, perkenalannya dengan GR diawali dari perkenalan antar teman seperkumpulan.
“Saya kenal dia dari teman saya juga, kita satu perkumpulan,” kata dia.
Menurut pengakuan F, selama 6 bulan itu, GR sudah sering menceritakan keresahannya terkait permasalahan yang dialaminya kepada FR.
“Dia sering cerita mengenai pacar dan keluarganya, dia merasa tidak nyaman dirumah,” ucapnya.
Selain itu, menurut pengakuan F, GR sering meninggalkan rumahnya tanpa sepengetahuan orangtuanya dalam hal ini oknumn dosen Fisip Unpatti yang diduga melakukan tindak penganiayaan dan pengeroyokan terhadap FR.
Baca juga: Oknum Dosen Pelaku Penganiayaan Mahasiswa Unpatti Ambon Ternyata Jarang Hadir di Kampus
Baca juga: BEM Fisip Unpatti Desak Petinggi Fakultas Usut Dugaan Penganiayaan Oknum Dosen Terhadap Mahasiswa
“Beberapa kali dia pergi meninggalkan rumahnya dan saya ditugaskan ibunya untuk mencari dan mengantarnya pulang ke rumah,” ujar dia.
Jauh sebelum disekap dan dianiaya dirinya pernah diminta oleh keluarga dan pihak kepolisian untuk buat surat pernyataan tidak boleh menghubungi dan berkomunikasi lagi dengan GR. Dan sejak itu dia tidak berhubungan dengan GR lagi.
Namun nahas, FR sendiri mengalami penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh oknum dosen unpatti, OR dan kerabatnya pada Jumat, (25/6/2021) malam, karena diduga menyembunyikan GR.
Pihak keluarga korban juga telah melaporkan penganiayaan itu ke Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Senin (28/6/2021) malam.
Pihak kampus pun memastikan akan segera menyikapi persoalan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum dosen pengajar mata kuliah sosiologi keluarga itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/2362021-universitas-pattimura-ambon.jpg)