Breaking News:

Relokasi Pasar Mardika

Pemerintah Kota Ambon akan Perbaiki Kerusakan di Pasar Apung

Hal itu menyusul keluhan pedagang setelah menemukan kondisi kios yang dinilai tidak layak lantaran mengalami kerusakan.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Tanita
AMBON: Pedagang di Gedung Putih, Pasar Mardika tengah membereskan lapak jualan mereka untuk relokasi, Selasa (1/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan memperbaiki kerusakan yang ada di Pasar Apung.

Hal itu menyusul keluhan pedagang setelah menemukan kondisi kios yang dinilai tidak layak lantaran mengalami kerusakan.

“Itu teknis saja kalau misalnya rusak akan kita perbaiki,” kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (18/6/2021) siang.

Pasar Apung sendiri merupakan satu dari tiga tempat relokasi sementara pedagang di Pasar Mardika dalam program revitalisasi Pasar.

Lainnya yakni, Pasar Transit Passo dan Pasar Higienis Tantui.

Louhenpessy mengakui, tidak ada kendala berarti dengan proses relokasi, karena umumnya semua pedagang sudah menyatakan setuju dengan penataan pasar.

Baca juga: BMKG Imbau Warga Tehoru-Maluku Tengah di Pengungsian Agar Kembali ke Rumah

Baca juga: Pedagang Gedung Putih Pasar Mardika Ambon Harus Segera Ambil Nomor Undian, Besok Hari Terakhir

Pedagang gedung putih, lanjutnya, akan menjadi prioritas untuk direlokasi ke pasar apung, menyusul rencana pembongkaran gedung tersebut.

“Para pedagang telah menyetujui rencana itu, dan secara administratif proses relokasi telah berjalan bahkan ada yang sudah memulangkan barang dagangannya,” tambahnya.

Louhenapessy menuturkan, penataan pasar Mardika, bukanlah hal yang mudah terutama masalah relokasi pedagang.

“Oleh sebab itu, saya minta bersabar, karena penataan ini juga berat bagi Pemkot,” ungkapnya.

Wali Kota dua periode ini pun meminta pedagang untuk tahan hati dan bersabar sebagai bentuk pengorbanan demi mendapatkan pasar yang lebih bagus dan representatif.

“Proses penataan ini kan untuk membuat kondisi pasar menjadi lebih bagus, sehingga baik pemerintah maupun pedagang harus berkorban bersama – sama,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved