Breaking News:

Maluku Terkini

Penipuan Berkedok Yayasan, Pasutri Asal Tanimbar Tipu Ratusan Orang

Mereka telah membentuk YAB dan beroperasi sejak tahun 2012 lalu untuk menarik simpatik dan kepercayaan dari banyak orang

TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Konferensi Pers Kasus Penipuan oleh Yayasan Anak Bangsa 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku mengamankan Ketua Yayasan Anak Bangsa (YAB) Josefa J. Kelbulan dan sekretarisnya Lambert Miru.

Mereka juga berhasil mengamankan 19 kardus berisikan kertas kosong sebagai barang bukti modus penipuan yang dilakukan.

Dirkrimum Polda Maluku, Kombes Pol Sih Harno mengatakan, dari hasil pendalaman dan penyelidikan, polisi berhasil menemukan barang bukti tersebut di salah satu rumah di Desa Liliboy, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

"Barang buktinya terdiri 19 kardus ukuran besar. Tersangka katakan bahwa isi dari kardus ini merupakan miliaran uang yang siap dibagikan ke korban. Tapi setelah kardus itu dibuka, ternyata semuanya kertas putih yang dimasukan dalam amplop," kata Harno dalam konferensi pers di Mapolda Maluku, Senin (10/5/2021) siang.

Baca juga: Paus Bungkuk Sepanjang 9 Meter Ditemukan Mati Terdampar di Kepulauan Tanimbar

Baca juga: Menolak Dicek Suhu, Seorang Pengunjung Mall Adu Mulut dengan Security

Dikatakan, belasan kardus ini rencananya akan dibuka dan dibagikan dalam pertemuan bersama seluruh anggota YAB di Baileo Oi
kumene, kawasan Karang Panjang Ambon.

Namun, sehari jelang pertemuan itu dilakukan, tersangka kerap beralasan dan berdalih bahwa pihak Polri, TNI maupun Pemprov Maluku yang diundang dalam pertemuan itu tidak bisa hadir karena agenda yang padat.

"Makanya tersangka bilang tunggu sampai pihak-pihak yang diundang itu bisa hadir dulu baru digelar pertemuan. Padahal, ini akal bulus tersangka untuk lari dari kenyataan," ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini total 28 korban yang sudah diperiksa, diketahui puluhan orang ini mengalami kerugian sebesar Rp 4,6 Miliar lebih. Itupun belum terhitung untuk seluruh jumlah korban sebanyak 300-an orang lebih.

Mantan Kabid Hukum Polda Maluku itu meminta kepada masyarakat Maluku yang merasa menjadi korban YAB, segera untuk melaporkan ke Polda Maluku beserta jajaran di daerah.

"Ini penipuan yang benar-benar ada. Sebab uang yang dijanjikan itu semuanya kertas putih, bukan uang asli. Jadi silahkan melapor ke polisi jika berasa ada menjadi anggota YAB," tutur Harno.

Diketahui, kedua tersangka kasus penipuan ini merupakan pasangan suami istri (Pasutri) asal Tanimbar yang telah membentuk YAB dan beroperasi sejak tahun 2012 lalu untuk menarik simpatik dan kepercayaan dari banyak orang agar termakan dalam strategi penipuan mereka.

Dengan yayasan ini, tersangka melakukan sosialisasi kepada masyarakat di hampir semua daerah di Maluku bahwa YAB akan mendapatkan support dana dari enam negara di dunia masing-masing, Australia, Singapura, Thailand, Perancis, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Yang kemudian, bersangkutan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa barang siapa yang mau menyetorkan dana kepada yayasan ini maka akan mendapat bantuan.

Adapun empat proyek yang disosialisasikan, yakni tender relawan, yang menjelaskan soal siapa yang menyetorkan dana Rp.250 ribu ke YAB, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp.15 juta.

Kedua, tender rumah ibadah yakni dengan menyetorkan dana Rp.1 juta, maka akan mendapatkan bantuan sebesar Rp.50 juta dengan rincian, Rp.30 juta untuk disumbangkan kepada rumah ibadah dan Rp.20 juta pribadi penyumbang.

Ketiga, tender relawan 45. Kepada masyarakat yang menyetor Rp.1 juta, akan mendapatkan bantuan 45 juta. Dan yang terakhir yaitu relawan lepas yakni dengan menyetor Rp.1 juta akan mendapatkan bantuan atau bonus Rp.100 juta.

Penipuan yang dilakukan oleh kedua pasutri ini pun mulai terungkap setelah penyidik Ditkrimsus Polda Maluku melakukan penyelidikan terhadap laporan masuk tertanggal (29/4/2021) lalu. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved