Breaking News:

Maluku Terkini

Gubernur Murad Berteriak Tahun 2019 di Ambon, Istana Presiden Beri Klarifikasi 2021

Video memperlihatkan Gubernur Maluku, Murad Ismail, berteriak dengan nada tinggi kepada seorang perempuan ternyata terjadi tahun 2019.

Sumber : Facebook Murad Ismail
Gubernur Maluku, Murad Ismail 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Video memperlihatkan Gubernur Maluku, Murad Ismail, berteriak dengan nada tinggi kepada seorang perempuan ternyata terjadi tahun 2019.

Perempuan yang dibentak itu pun bukan warga setempat seperti yang ramai diperbincangkan, melainkan seorang protokoler Istana Kepresidenan.

"Peristiwa ini terjadi tahun 2019 ketika Presiden meninjau gempa di Maluku. Gubernur Maluku dan jajarannya sangat koperatif jika Presiden berkunjung ke Maluku," kata Kepala Sekretariat, Presiden Heru Budi Hartono melalui rilis yang diterbitkan Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Jumat (7/5/2021).

Baca juga: Dalam Sehari, Ratusan Warga Bikin Surat Izin Keluar Masuk Kota Ambon

Baca juga: Terduga Pelaku Kasus Timbunan Fiktif RSUD Namrole Kembalikan Uang Korupsi Rp. 120 Juta 

Baca juga: Harga Ayam Kembali Melambung di Pasar Mardika Ambon

Hartono menjelaskan, kejadian yang terekam dalam video berdurasi 30 detik itu terjadi saat Kepala Negara beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau posko pengungsian yang didirikan di Universitas Darussalam, Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, pasca gempa M 6,5 September 2019.

Dia menyebut, terjadi kesalahpahaman semata dan telah diselesaikan dengan baik, sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

"Itu hanya kesalahpahaman saja, tidak perlu dibesar-besarkan. Saat itu juga sudah diselesaikan dan tidak ada permasalahan," ujarnya

Hartono pun mengungkap hingga saat ini, Gubernur Maluku beserta jajarannya sangat kooperatif apabila Presiden Joko Widodo berkunjung ke Provinsi Maluku dalam rangka kunjungan kerja.

Diberitakan, video tersebut viral di media sosial sejak Kamis (6/5/2021) pekan ini dna menuai banyak tanggapan netizen.

DPD PDI-Perjuangan Maluku pun angkat bicara, disebut video tersebut tidak utuh karena telah dipangkas sehingga gambaran yang muncul adalah arogansi gubernur.

Padahal kejadian sebenarnya adalah sikap Gubernur yang merasa dihalang-halangi oleh protokol istana karena dinilai telah membatasi kendaraan dinas milik gubernur yang hendak mendekati rombongan mobil presiden Joko Widodo.

"Video yang diposting tersebut adalah tidak utuh dan hanya potongan tertentu dari video tersebut yang sesuai dengan tujuan dari mereka yang memposting video tersebut," kata Robert Tutuhatunewa, Jumat.

"Jadi dalam video itu, tidak ada sedikit pun Gubernur Maluku memarahi masyarakat seperti yang diperlihatkan dalam video tersebut," imbuhnya. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved