Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Terduga Pelaku Kasus Timbunan Fiktif RSUD Namrole Kembalikan Uang Korupsi Rp. 120 Juta 

Terduga berinisial LA itu mengembalikan uang hasil korupsi dari kasus timbunan fiktif di RSUD Namrole, Buru Selatan

Andi Papalia
Kejaksaan Negeri Buru melakukan konferensi pers terkait pengembalian keuangan negara Rp. 2,2 miliar di kantor Kejari Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Rabu (28/4/2021) pagi. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Terduga kasus korupsi mengembalikan uang Rp 120 juta ke Kejaksaan Negeri Buru.

Terduga berinisial LA itu mengembalikan uang hasil korupsi dari kasus timbunan fiktif di RSUD Namrole, Buru Selatan.

"Hari ini ada pengembalian uang dari terduga pelaku tindak pidana korupsi timbunan fiktif di RSUD Namrole Tahun 2017, berinisial LA," ujar Kasi Intel Kejari Buru, Azer Jongker Orno kepada TribunAmbon.com saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (6/5/2021).

Kata dia, dalam kasus ini LA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengembalikan uang sebanyak Rp 3.500.000.

Dia menjelaskan, yang bersangkutan cuman memperoleh uang sebesar Rp 3 juta lebih, oleh karena itu, dia kembalikan sesuai dengan yang diperoleh.

Kemudian, untuk kerugian dugaan korupsi tersebut, masih kurang Rp 200 juta lebih, yang belum dikembalikan oleh para terduga.

Baca juga: Harga Ayam Kembali Melambung di Pasar Mardika Ambon

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Pasar Mardika Kota Ambon Tembus Rp. 70 Ribu per Kg Jelang Lebaran

Sejauh ini sudah enam orang yang mengembalikan uang, dengan total kurang lebih Rp 120 juta, ujar Orno

LA saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerja Kasi Intel Kejari Buru, mengatakan bahwa dirinya yang kena imbas dari perbuatan orang lain.

"Orang lain punya perbuatan, katong yang setengah mati," kata LA

Seperti diberitakan, kasus ini terjadi pada 2017. Saat itu, lokasi rumah sakit dijadikan penginapan peserta MTQ.

Karena cuaca ekstrem, kontraktor yang sedang melakukan penggalian selokan mengalihkan timbunannya ke rumah sakit.

Tapi, para aktor yang berperan berdalih ada hutang rumah sakit kepada kontraktor, sehingga dianggarkan dan dilakukan pencairan. 

Sejauh ini Kasus ini diperkirakan merugikan keuangan negara sebesar Rp 392 juta. (*)

Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved