Breaking News:

Ambon Hari Ini

Anggota DPRD Kota Ambon Sebut Penutupan Jalan Rijali Diskriminasi Tukang Ojek dan Tukang Becak

Penutupan Jalan Rijali disebut sangat tidak mengedapankan kepentingan rakyat kecil.

TribunAmbon.com/ Helmy Tasidjawa
Personel Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease mengarahkan arus kendaraan di perempatan Jalan Rijali depan Polda Maluku Selasa, (26/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Rekayasa lalu lintas dari Jalan Pattimura menuju Jalan Rijali Ambon telah berlangsung selama empat bulan.

Kebijakan ini menuai protes dari masyarakat lantaran membuat jarak tempuh makin jauh dan jalanan macet.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Jelly Toisuta juga turut mengkritik penutupan jalur ini. 

Dia menilai,kebijakan Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mendiskriminasi rakyat  yang bermukim di kawasan Batu Meja dan Skip.

“Ini sangat menyulitkan rakyat kecil di kawasan situ,” kata Toisuta kepada TribunAmbon.com, Rabu (28/04/2021).

Baca juga: Dampak Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan Rijali, Jarak Tempuh Makin Jauh dan Macet Panjang

Baca juga: Tukang Becak di Kota Ambon Jadi Perhatian Dishub Pasca-Penutupan Jalan Rijali

Baca juga: Dampak Rekayasa Lalin Jalan Rijali, Pendapatan Harian Tukang Becak Jalan Patimura Turun 50 Persen

Menurutnya, rute tempuh kendaraan menjadi semakin jauh yang berimbas pada ongkos transportasi yang bertambah besar.

LALU LINTAS AMBON - Ruben Lumamuly, tukang becak yang mangkal di sekitar Jalan Pattimura menyesalkan adanya rekayasa lalu lintas di Jalan Rijali, Sirimau, Ambon, Rabu (27/1/2021).
LALU LINTAS AMBON - Ruben Lumamuly, tukang becak yang mangkal di sekitar Jalan Pattimura menyesalkan adanya rekayasa lalu lintas di Jalan Rijali, Sirimau, Ambon, Rabu (27/1/2021). (TribunAmbon.com/Helmy)

Jelly menyebut imbas paling besar dirasakan oleh warga yang berprofesi sebagai tukang ojek dan tukang becak  di jalan depan Mapolda tersebut.

“Warga disitu sudah susah, jangan dibuat semakin terjepit, apalagi ini masih pandemi” tegasnya.

Sekertaris Fraksi Demokrat ini menyebut kebijakan yang dibuat sangat tidak mengedapankan kepentingan rakyat kecil.

Rekayasa lalu lintas melainkan pengalihan arus yang justru membuat penumpukan kendaraan di Jalan Tulukabessy

“Saya sudah bicara dengan perhubungan Kota Ambon, kalau rekayasa lalu lintas itu ada batas waktunya, ini cuma akal-akalan saja” tutup Toisuta

Seperti diberitakan, Satlantas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease dalam rilis melalui grup whatsapp, menjelaskan, rekayasa lalu lintas dengan penutupan sebagian jalur dan  pemberlakuan jalur satu arah di jalan Rijali itu untuk mengurai kemacetan. (*)

Penulis: Muh Ridwan H Tuasamu
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved