Breaking News:

Ambon Hari Ini

Terhalang Sistem, Rumah Singgah Bagi Gepeng Ambon Tak Bisa Dibangun

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hingga kini belum bisa membangun rumah singgah bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di Ambon.

TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Seorang gelandangan tengah mangkal di sudut pertokoan Jl. Tulukabessy, Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon hingga kini belum bisa membangun rumah singgah bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) yang berkeliaran di Ambon.

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Nurhayati Jasin mengatakan tak bisa melakukan pembangunan lantaran tak ada di sistem penganggaran saat ini.

“Kami sudah usul di tahun lalu untuk 2021, namun tidak ada nomenklaturnya. Kita mau susun anggaran tapi di system tidak ada, lalu kita harus bagaimana, sedangkan semua anggaran harus masuk di system,” kata Nurhayati kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (12/4/2021).

Baca juga: Warga Mudik Jelang Puasa Bikin Maluku City Mall Sepi Pengunjung

Baca juga: Jelang Ramadhan Besok, Ratusan Warga Kota Ambon Ziarah Kubur

Dia menjelaskan, sistem penganggaran terpusat secara nasional dan tidak seperti dahulu yang per kabupaten/kota.

“Kita itu di nomenklatur masing-masing kegiatan ada tapi untuk rumah singgah tidak ada, jadi tidak bisa dimasukkan. Karena sekarang secara Nasional tidak sama seperti dahulu yang pakai Simda saja untuk kabupaten/kota,” ungkap Nurhayati.

Dia menambahkan, di tahun 2020 lalu telah tersedia dana namun ada pergantian focus di tahun 2021 dengan SIPB sehingga bantuan pembangunan rumah singgah ataupun sewa tak terlaksanakan.

Katanya, Wali Kota Ambon sementara telah menginteruksi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda-Litbang) agar berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat (Pempus) untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Karena itu Pak Wali Kota sementara sudah panggil Bappekot untuk pelajari SIPB itu, sehingga bisa dimasukkan dimana,”tambah Nurhayati.

Lanjutnya,Dinas Sosial saja tidak memiliki kantor tetap dan tidak mungkin menampung gepeng di kantor tersebut.

“Sementara kita sudah melakukan pembinaan, tapi menampung belum bisa. Kita saja belum punya kantor, saat ini masih menyewa rumah,” katanya.

Dia berharap, seluruh instansi dapat terlibat bersama-sama menyelesaikan masalah gepeng ini.

"Mari kita gotong royonglah untuk mempercantik Kota ini. Karena bukan tanggung jawab kita, kan ada instansi terkait atau Pemerintah Desa, Kelurahan mungkin. Jadi kita ramai-ramailah. Supaya Gepeng bisa berkurang,” kata Nurhayati. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved