Breaking News:

Protes Pengungsi Ongkoliong

Soal Korban Kebakaran Ongkoliong, Dinsos Ambon: Tanggung Jawab Sudah Selesai, Kini Urusan Pemprov

Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Nurhayati Jasin mengatakan, korban kebakaran Ongkoliong seharusnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku.

TribunAmbon.com/Fandi
AMBON: Sejumlah anak korban kebakaran Kompleks Ongkoliong, Batu Merah, Kota Ambon, Senin (29/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Sosial Kota Ambon, Nurhayati Jasin mengatakan, korban kebakaran Ongkoliong seharusnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku.

“Jadi itu bukan kewenangan saya, itu sudah di perumahan (Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku) karena tanggung jawab saya sudah selesai,” kata Nurhayati saat ditemui di Balai Kota Ambon, Selasa (12/4/2021).

Pasalnya, korban kebakaran di kawasan Ongkoliong, Negeri Batu Merah, Sirimau, Kota Ambon itu sudah melebihi 30 kepala keluarga (KK) yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota.

“Tapi ini di atas sekitar 70 berapa rumah gitu, karena itu jadi kewajiban Provinsi. Kami punya tanggung jawab tanggap darurat, kami dari kabupaten/kota sudah berikan itu,” kata Nurhayati.

Dia melanjutkan, saat ini Provinsi telah berkoordinasi dengan Kementerian terkait bantuan rumah yang akan diberikan kepada korban kebakaran tersebut.

“Provinsi sudah koordinasi dengan kementerian untuk dapat bantuan rumah itu. Kan sebenarnya dari Pempus akan beri mereka dapat tanah dari PUPR pusat. Bukan cuma yang sertifikat yang dapat.” ungkap Nurhayati.

Dia menjelaskan, saat rapat antar warga dengan Sekretaris Kota, AG Latuheru juga tidak dijanjikan akan bantuan Rp 15 juta tersebut.

“Tapi Pak Sekot bilang, biasanya warga yang rumahnya terbakar itu dari pemerintah kota kasih Rp 15 juta bantuan, tapi kalau itu cuma dibawah 30 rumah. Tapi kalau sudah di atas itu jadi kewenangannya ada di provinsi,” kata Nurhayati.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Ongkoliong pada 29 Maret 2020 lalu itu menghabiskan setidaknya 87 unit rumah, dua warga meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

Dalam beberapa minggu belakangan, korban kebakaran tersebut sempat beberapa kali mendatangi Pemkot Ambon untuk meminta janji bantuan sebesar Rp 15 juta yang disebutkan.

Tak hanya itu, mereka juga mengatakan menolak program relokasi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada mereka.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved